batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, sejak penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM)mikro darurat hingga level 4, jumlah penurunan kasus mencapai 40-50 persen.

Sehingga diharapkan Batam bisa lepas dari belenggu PPKM dan bisa melonggarkan aturan yang berlaku saat ini.

Rudi mengakui, bukan tidak mendengarkan keluhan dari pengusaha, pusat perbelanjaan, dan tenant yang merasa dibebankan biaya sewa meskipun tidak membuka kedai mereka.

Namun, pihaknya tidak bisa melawan aturan pemerintah pusat. Harus mengikuti instruksi pengetatan guna mengendalikan penyebaran Covid-19.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

”Kita semua pasti ingin kondisi lebih baik. Makanya dengan penurunan jumlah kasus ini, Batam bisa turun level dan ada kelonggaran,” ujarnya, Senin (9/8).

Rudi menjelaskan, sebagai kepala daerah, dia harus mematuhi
aturan pusat. Sehingga apa pun yang menjadi kebijakan pusat terhadap Batam akan diterapkan.

PPKM level 4 berakhir kemarin dan pemerintah pusat kembali memperpanjang hingga 23 Agustus mendatang.

Namun, sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No 32 Tahun 2021, Batam dan Tanjungpinang sudah turun dari level 4 ke level tiga, bersama Karimun, Bintan, Natuna, Lingga, dan Anambas.

”Sampai pukul tengah malam nanti (tadi malam, red) masih berlaku edaran yang lama atau PPKM level 4. Untuk besok (hari ini, red) tetap menunggu dari pusat,” ujar Rudi.

Akan tetapi, melihat perkembangan kasus Covid-19 di Batam dalam beberapa hari terakhir, Rudi menyebutkan sudah menurun hingga 45-50 persen.

“Hasil perkembangan kasus sudah kami laporkan. Alhamdulillah, ada penurunan kasus. Perbandingan cukup signifikan bila dibandingkan awal pemberlakuan PPKM darurat lalu. Sekarang kasus sehari sudah di angka 87 kasus, jauh dibandingkan bulan lalu yang hampir menyentuh 600 kasus,” jelasnya.

Sebelumnya, Batam masuk PPKM level 4 karena angka kasus konfirmasi positif Covid-19 lebih dari 150 orang per 100 ribu penduduk per minggu.

Kemudian juga kejadian rawat inap karena Covid-19 di rumah
sakit lebih dari 30 orang per 100 ribu penduduk per pekan.

Sementara, angka kematian akibat Covid-19 lebih dari 5 orang per 100 ribu penduduk per pekan.(jpg)