batampos.co.id – Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjalani karantina di rusunawa BP dan Pemko Batam kembali meningkat, awal pekan ini.

Tercatat, hingga Selasa (10/8), da 601 orang yang menjalani karantina. Padahal, pada pekan sebelumnya, jumlahnya sempat turun ke angka 300-an orang.

Petugas medis yang menangani kesehatan para PMI di rusunawa, dr Anggitha, mengatakan, peningkatan ini karena ada banyak PMI yang tiba dari Malaysia dan Singapura sepanjang akhir pekan lalu.

Ilustrasi. Personel Tagana dan Satpol PP berjaga di Rusunawa BP Batam, Tanjunguncang. Di lokasi tersebut menjadi salah satu lokasi karantina bagi PekerjaMigran Indonesia (PMI) di Batam. Foto: Eusebius Sara/Batam Pos

”Jadi kembali naik jumlahnya hari ini (kemarin). Ada 601 orang,” ujar Anggitha, Selasa (10/8/2021).

Para PMI ini umumnya sudah menjalani swab kedua. Sehingga, dalam beberapa hari ke depan, sudah bisa diputuskan apakah diperbolehkan kembali ke daerah asal atau membutuhkan perawatan.

”Sesuai hasil swab kedua, kalau negatif ya diperbolehkan pulang, tapi kalau positif dirawat dulu,” ujar dr Anggitha.

Untuk PMI yang terkonformasi positif, jumlahnya sedikit ada penurunan dalam sepekan belakangan ini.

Terakhir, kata dia, hanya lima orang yang positif. Mereka sudah dievakuasi ke RSKI Galang untuk mendapat penanganan lebih lanjut.(jpg)