batampos.co.id – Seseorang sering tak sadar gula darahnya sudah tinggi hingga berisiko terkena diabetes. Padahal diabetes merupakan ancaman bagi penyakit lainnya seperti jantung dan stroke.

Gejalanya seringkali tak disadari atau dianggap wajar, seperti mudah haus, mudah lapar, dan banyak buang air kecil. Cobalah menyadari gejala diabetes lainnya selain gejala tersebut.

Ketua Jakarta Diabetes Meeting 2021 Dr. dr. Wismandari Wisnu, Sp.PD, KEM, menjelaskan, diabetes juga merupakan penyakit yang perlu pengelolaan tepat agar mengurangi risiko komplikasi penyakit kardiovaskular. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018 mencatat prevalensi Diabetes Melitus menurut hasil pemeriksaan gula darah meningkat dari 6,9 persen pada 2013 menjadi 8,5 persen pada tahun 2018.

Angka ini menunjukkan bahwa baru sekitar 25 persen penderita diabetes yang mengetahui bahwa dirinya menderita diabetes. Prevalensi Diabetes Melitus (DM) pada penduduk berusia ≥15 tahun mencapai 10,9 persen. Angka tersebut hampir meningkat dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir.

Menurut estimasi WHO pada 2016, Diabetes merupakan salah satu dari penyebab kematian terbanyak di Indonesia, dimana menyebabkan 6 persen dari seluruh total kematian. Diperkirakan, diabetes ini juga akan menyebabkan hilangnya luaran ekonomi Indonesia sebesar 0,2 triliun dolar dari 2012 hingga 2034.

“Secara sederhana, diabetes mengacu pada sekelompok penyakit yang mempengaruhi bagaimana tubuh menggunakan gula darah atau glukosa,” katanya secara daring dalam konferensi pers Diabetes dan Dislipidemia, Kamis (12/8).

“Diabetes, yang terjadi adalah kelebihan gula dalam darah dan hal ini akan memunculkan masalah kesehatan yang lebih serius,” tutur dr. Wismandari.

Menurutnya, diabetes sendiri dibagi menjadi dua, yaitu Tipe 1 dan Tipe 2. Tipe 1 terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menghancurkan sel penghasil insulin. Sedangkan pada DM tipe 2, tubuh tidak bisa menggunakan insulin secara normal dan pada akhirnya pankreas akan mengalami kegagalan dalam menghasilkan insulin.

“DM tipe 2 seringkali tidak bergejala hingga menimbulkan komplikasi,” katanya.

Apa saja gejalanya?

Terdapat gejala klasik DM tipe 2, yakni sering haus (poliuria), sering pipis dan banyak pipis (polidipsia), sering merasa lapar (polifagia), dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Gejala lain dapat berupa badan terasa cepat lelah, kesemutan, gatal, pandangan kabur, gangguan ereksi pada laki-laki, serta gatal-gatal di kemaluan pada perempuan.

“Penting untuk segera memeriksaan diri ke dokter jika merasakan gejala-gejala tersebut. Hal ini penting, karena diabetes bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya komplikasi yang lebih berbahaya,” jelasnya.

Selain itu, peningkatan kadar gula darah merupakan salah satu komponen sindroma metabolik yang merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya penyakit kardiovaskular. Penyakit kardiovaskular sendiri merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas tertinggi pada penderita Diabetes. Seorang penderita diabetes dua kali lebih mungkin menderita penyakit jantung atau stroke daripada seseorang yang tidak menderita Diabetes.(jpg)