Selasa, 24 Februari 2026

Singapura Tawarkan Bantuan 1 Juta Alat Pelacak Kontak Erat Pasien Covid-19 untuk Kota Batam

Berita Terkait

batampos.co.id – Pemko Batam merespons baik rencana pemerintah Singapura untuk memberikan bantuan 1 juta alat BluePass dalam mendeteksi kontak erat pasien Covid-19.

Ini salah satu solusi pelacakan atau tracing penyebaran Covid-19
dengan perangkat bluetooth.

“Cara kerjanya menggunakan bluetooth, bisa mendeteksi pengguna BluePass yang lain,” katanya Jefridin Hamid, Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Jumat (13/8/2021).

Jefridin mengatakan, BluePass sudah digunakan di Singapura dan siap dipinjamkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana
(BNPB), dalam ini Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam.

Peminjaman alat ini sebagai bagian dari kerja sama untuk tracing kontak erat pasien Covid-19 demi menekan angka kasus penularan.

Ia menjelaskan, satu juta unit BluePass bantuan Singapura ini menyesuaikan jumlah penduduk Kota Batam.

Dimana rencanannya akan dipakaikan kepada semua warga Batam.

Sehingga, ketika ada kasus terkonfirmasi positif Covid-19,
dapat langsung mendeteksi siapa saja yang melakukan kontak dengan seseorang yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut.

“Alat ini bisa mendeteksi jarak hingga radius 3 meter,” sebutnya.

Namun, sebelum digunakan, harus ada pembahasan lebih teknis mengenai perangkat-perangkat elektronik lain yang dibutuhkan.

Ia menambahkan, akan ada pembahasan lebih lanjut terkait rencana penggunaan BluePass ini.

“Tentu ada perangkat yang perlu didukung, ini perlu dibicarakan lagi. Alat BluePass ini juga sudah dipakai di kawasan wisata Lagoi dan Bali,” ujarnya.

Sebenarnya, lanjut Jefridin, ini hampir sama dengan aplikasi PeduliLindungi. Sistemnya mengisi data diri.

Jadi nanti kalau positif, bisa dilacak kontak eratnya berdasarkan
riwayat perjalanannya.

BluePass sudah diuji coba terlebih dahulu kepada seluruh pegawai KBRI Singapura. Alat BluePass ini dikembangkan D’Crypt, perusahaan teknologi yang didanai Temasek Holdings.

BluePass dibuat dengan teknologi Bluetooth Low Energy (BLE) yang dianggap cocok untuk pelacakan kontak.

Selain aman digunakan, teknologi BLE ini hemat energi dan membuat baterai BluePass dapat bertahan 12 bulan.

Pembahasan terkait rencana penggunaan BluePass ini dihadiri Asisten 1 Setdako Batam, Yusfa Hendri, dan Kepala Diskominfo Batam, Azril Apriansyah, dan sejumlah pejabat lain(jpg)

Update