batampos.co.id – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Kepri, Agusnawarman mengatakan sepanjang priode Januari-Juli 2021 ini, sebanyak 70.299 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi Kepri sudah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat. Adapun besar bantuan yang sudah diterima berjumlah Rp 84,3 miliar.

“Di masa pandemi Covid-19 ini, tak sedikit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang terkendala dampak lesunya perekonomian. Namun pemerintah menyadari, UMKM adalah benteng untuk menggerakan ekonomi daerah. Makanya dibantu lewat Program Bantuan Usaha Mikro (BPUM) dari Kementerian Koperasi,” ujar Agusnawarman, Jumat (13/8) di Tanjungpinang.

Mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) Bintan tersebut menjelaskan, pada tahun 2020 total anggaran bantuan untuk UMKM di Provinsi Kepri sebesar Rp 92 miliar yang diperuntukkan bagi 38.541 pelaku UMKM. Adapun pada tahun lalu men- dapatkan bantuan untuk setiap pelaku UMKM adalah sebesar Rp 2,4 juta. Sedangkan pada tahun ini, jumlah berubah menjadi Rp 1,2 juta.

“Tanggal 12 Agustus 2021 kita kembali ajukan lagi untuk pencairan. Semoga usulan yang kita sampaikan segera mendapatkan respon dari Kemenkop,” jelasnya.

Menurutnya, semua kabupaten/kota di Provinsi Kepri sudah mengajukan bantuan tersebut. Pihaknya hanya meneruskan berdasarkan data yang disampaikan oleh kabupaten/kota. Terbanyak dari Batam yaitu 33.973 UMKM, dengan anggaran yang sudah cair sebesar Rp 40,7 miliar. Disusul oleh Lingga dengan 8.213 UMKM, dengan total Rp 9,8 miliar.

Sedangkan Natuna sebanyak 6.800 UMKM, dengan pagu Rp 7,8 miliar. Sebanyak 6.463 UMKM di Bintan mendapat total Rp 7,7 miliar. Lalu Kepulauan Anambas mendapat Rp 6,7 miliar untuk 5.587 UMKM. Untuk Karimun mendapat Rp 6,1 miliar untuk 5.148 UMKM. Untuk Kota Tanjungpinang, bantuan diterima oleh 4.415 UMKM dengan pagu sebesar Rp 5,2 miliar.

“Bantuan itu langsung masuk ke rekening mereka. Jadi kami hanya membantu mendata dan mengusulkan saja. Kita bersyukur sekali ada bantuan ini dari pemerintah pusat. Karena ini bukan perkara mudah untuk menjolok dana pusat,” jelasnya lagi.

Lebih lanjut katanya, untuk program Pemprov Kepri bagi pelaku UMKM di Provinsi Kepri saat ini sedang dibahas. Karena ada wacana akan memberikan bantuan stimulus bagi 2.000 pelaku UMKM yang akan mengajukan pinjaman usaha modal sampai Rp 20 juta. Dalam hal ini, Pemprov akan bertanggungjawab dalam memenuhi bunga pinjaman tersebut.

Adapun sasarannya sebanyak 2.000 UMKM di Provinsi Kepri. Dipaparkannya, kebijakan tersebut mengukur dengan kemampuan anggaran daerah. Saat ini pihaknya tengah merancang Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Bank Riau Kepri. Kemudian akan segera disampaikan ke Gubernur. Pemprov menyiapkan bantuan bunga bank dengan kucuran dana sampai Rp 2 miliar.

“Teknisnya harus ada PKS dan Nota Kesepahaman dengan Bank Riau Kepri. Saat masih sedang kita rancang untuk dibahas lebih lanjut. Semoga program ini mendapatkan atensi dari Bank Riau Kepri,” tutupnya. (*/jpg)