batampos.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan alasan pemerintah selalu mengubah-ubah kebijakan untuk mengatasi pandemi Covid-19 di tanah air. Menurut Jokowi, strategi pengendalian Covid-19 sifatnya dinamis. Sehingga pemerintah harus mengikuti perkembangan yang selalu berubah-ubah tersebut.

Adapun awalnya pemerintah awalnya kebijakan pandemi Covid-19 lewat pembatasan ketat lewat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kemudian Pembatasan Pemberlakukan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, PPKM Darurat, dan terakhir PPKM Level 1, 2, 3, 4.

“Tujuan dan arah kebijakan tetap dipegang secara konsisten, tetapi strategi dan manajemen lapangan harus dinamis menyesuaikan permasalahan dan tantangan,” ujar Jokowi saat pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR, DPR, DPD, Senin (16/8).

Jokowi menuturkan, misalnya pembatasan mobilitas masyarakat maksimal dilakukan evaluasi setiap minggunya. Hal ini lantaran pemerintah harus melihat data-data mengenai penanganan Covid-19.

“Pengetatan dan pelonggaran mobilitas masyarakat, misalnya, harus dilakukan paling lama setiap minggu, dengan merujuk kepada data terkini,” katanya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menuturkan mungkin masyarakat melihat kebijakan pemerintah yang berubah-ubah terus. Namun itu mesti dilakukan untuk menyesuaikan perkembangan kasus Covid-19 di dalam negeri.

“Mungkin hal ini sering dibaca sebagai kebijakan yang berubah-ubah, atau sering dibaca sebagai kebijakan yang tidak konsisten. Justru itulah yang harus kita lakukan,” ungkapnya.

Jokowi menuturkan kebijakan pemerintah yang sering berubah dalam penanganan pandemi Covid-19 juga didasari virus korona yang selalu melakukan mutasi.

“Untuk menemukan kombinasi terbaik antara kepentingan kesehatan dan kepentingan perekonomian masyarakat. Karena virusnya yang selalu berubah dan bermutasi, maka penanganannya pun harus berubah sesuai dengan tantangan yang dihadapi,” pungkasnya.(jpg)