batampos.co.id – Kasus kematian pasien positif Covid-19 di Kota Batam hingga data perminggu (15/8) sudah mencapai 745 orang.

Mayoritas pasien meninggal dengan memiliki penyakit penyerta (komorbid), khususnya Diabetes Melitus.

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, ada 203 kasus kematian pasien positif Covid-19 diikuti komorbid Diabetes Melitus.

Data ini merupakan data kumulatif 14 Agustus.

”Iya, paling banyak pasien Covid-19 yang meninggal di Kota Batam memiliki penyakit bawaan diabetes. Dari data semalam (kemarin malam, red), jumlahnya mencapai 203 kasus,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Satuan Tugas Covid-19 Batam, Didi Kusmarjadi, Minggu (15/8).

Selain diabetes, ada komorbid hipertensi yang menjadi penyakit penyerta dalam 166 kasus meninggalnya pasien Covid-19 di Batam.

Kemudian, ada pneumonia atau lebih dikenal dengan radang paru-paru yang angkanya mencapai 101 kasus kematian.

Kemudian ada komorbid sindrom distres pernapasan akut dengan 48 kasus kematian.

Lalu menyusul komorbid gagal jantung atau dikenal dengan congestive heart failure yang jumlahnya capai 35 kasus kematian.

”Ada juga komorbid sepsis dan komorbid tekanan darah tinggi masing-masing ada 32 kasus kematian,” tambah Didi.

Kemudian menyusul pasien gagal ginjal kronis sebanyak 16 kasus meninggal serta pasien dengan penyakit jantung koroner 14 kasus kematian dan TBC 13 kasus.

”Ada juga penyakit lain sepergi HIV, asma, paru, gagal ginjal serta penyakit lainnya,” sebut Kadinkes Kota Batam tersebut.

Jika melihat data dari 745 pasien Covid-19 meninggal di Batam, sebanyak 364 memiliki penyakit bawaan atau komorbid dan 381 lain tak memiliki penyakit bawaan atau komorbid.

Sementara itu, berdasarkan data tim gugus tugas, kasus terkonfirmasi positif di Batam berjumlah 24.948 kasus.

Sebanyak 1.013 kasus di antaranya masih aktif/dirawat. Untuk pasien sembuh, ada 23.190 orang dan pasien positif yang meninggal dunia ada 745 pasien.(jpg)