Jumat, 16 Januari 2026

Tanjungpinang-Bintan Masuk Zona Oranye

Berita Terkait

batampos.co.id – Penurunan kasus Covid-19 yang terjadi di Tanjungpinang dan Bintan membawa perubahan status darurat yang semula berada di zona merah saat ini sudah masuk ke zona oranye.

Berdasarkan data satuan tugas (Satgas) Covid-19 Kota Tanjungpinang, hingga Sabtu (14/8) terdapat penambahan pasien sembuh sebanyak 118 orang, sehingga total kasus yang aktif tersisa 533.

Dari total kasus aktif sebanyak 395 menjalani isolasi mandiri (Isoman), 84 pasien dirawat di rumah sakit dan 5 pasien di Mes Bhayangkara dan di Villa Lohas sebanyak 49 orang. Pada tanggal yang sama, terdapat penambahan kasus baru sebanyak 42 kasus dan pasien yang meninggal sebanyak 2 orang.

Melihat perkembangan itu, Wali Kota Tanjungpinang, Rahma merasa bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada semua stakeholder, karena penurunan status itu tentunya tidak terlepas dari dukungan dan kerja keras Pemko Tanjungpinang, forum koordinasi pimpinan daerah (FKPD), TNI-Polri, lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi masyarakat (Ormas) dan seluruh masyarakat.

”Sekarang kita sudah tidak zona merah lagi, tapi tetap harus kita waspada dan disiplin prokes (protokol kesehatan) agar kasus Covid-19 turun sampai angka terendah,” kata Rahma, Minggu (15/8).

Meski demikian, Rahma berharap kepada seluruh elemen masyarakat tetap mematuhi prokes yang seketat-ketatnya. Diharapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 yang saat ini masih diterapkan bisa menekan kasus penularan.

”Jangan lalai dan terlena, karena potensi penularan Covid-19 masih banyak di Tanjungpinang,” imbaunya.

Disamping itu, penyaluran makanan untuk pasien isoman terus dilakukan, selama sepekan dilaksanakan makanan yang disalurkan juga terus berkurang. Pada Minggu (15/8) jumlah makanan yang disiapkan hanya untu 363 pasien yang tersebar di 17 kelurahan.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Bintan, dr Gama AF Isnaeni mengakui, kasus Covid-19 di Bintan mengalami penurunan hampir 50 persen. Penurunan kasus membuat zona Kabupaten Bintan dari merah menjadi oranye.

”Dua bulan lalu kasus masih tinggi, namun sekarang tren kasus mulai turun,” katanya.

Meski demikian, dia mengimbau masyarakat tetap waspada dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Diantaranya, tetap memakai masker ketika berada di luar rumah, rajin mencuci tangan usai melakukan aktivitas, menjaga jarak dan tidak berkerumun.

Bukan tanpa alasan dia meminta masyarakat tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan. Menurutnya, masih ditemui ada warga yang tidak mau menjalani rapid tes. ”Jadi belum bisa terlalu disebut penurunan, namun kita akan evaluasi ke depan,” katanya.

Selain itu, masih menurutnya, kasus Covid-19 yang terjadi di Bintan bukan hanya dari klaster keluarga namun sudah dari semua kluster. ”Ada kluster lokal, sehingga makin banyak kluster baru bermunculan,” katanya.(*/jpg)

Update