batampos.co.id – Seiring dengan menurunnya kasus Covid-19 di Batam, Pemerintah Kota (Pemko) Batam juga terus melakukan tracing dan testing dalam upaya pengendalian penyebaran virus Covid-19 di Kota Batam.

Meskipun saat ini sudah berada di level 3, testing tetap dilakukan. Berdasarkan data sementara jumlah testing dari antigen massal berjumlah 29.336 orang, dimana 703 positif.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, upaya testing dimaksudkan untuk mengoptimalkan langkah pemerintah dalam memerangi penyebaran Covid-19. Seperti diketahui sejak penerapan PPKM dari mikro, darurat, level 4, dan sekarang turun ke level 3 terlihat penurunan kasus cukup siginifikan.

”Meskipun dengan jumlah tenaga kesehatan yang terbatas dan sasaran yang cukup besar, setidaknya hasil ini menunjukkan langkah yang diambil menunjukkan hasil,” ujarnya, kemarin.

Testing yang dilakukan pada mereka kontak erat bisa mencegah penyebaran lebih dini. Meskipun tes antigen massal ini masih belum sempurna, namun pihaknya tetap berupaya menjalankan, dan berharap ada hasil yang baik dalam pengendalian Covid-19 di Kota Batam.

”Selagi tidak bertentangan dengan aturan, kami akan terus bergerak untuk menekan angka penyebaran. Selain penerapan 5M, kami juga meningkatkan angka testing ini,” terangnya.

Didi Kusmarjadi yang juga Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam menambahkan bahwa ada kebijakan dari Kementerian Kesehatan terkait yang mengatur dan tidak mewajibkan tes ulang kepada mereka yang positif dan isolasi mandiri (isoman).

”Memang ketentuannya seperti itu. Jadi, walaupun mereka positif dan sudah menjalani isoman minimal 10 hari, pasien tersebut dinyatakan sembuh dan tidak dilakukan tes ulang,” jelasnya.

Untuk menggesa pencapaiannya, pihaknya bahkan turun hingga ke polsek-polsek untuk menyelaraskan dengan kegiatan vaksinasi. Langkah ini diharapkan bisa meningkatkan capaian tes antigen massal, serta mendorong capaian testing di Batam ke angka yang lebih tinggi lagi, dan melebihi target nasional.

Berdasarkan target dari pusat, Kota Batam diminta melakukan testing sedikitnya 3.307 setiap harinya. Ini bisa menjaring warga yang sudah terpapar, namun tidak bergejala agar dapat diberikan penanganan sedini mungkin, serta bisa menekan angka penyebaran lebih cepat.(*/jpg)