batampos.co.id – Pandemi Covid-19 telah menghantam hampir seluruh sektor usaha sehingga berdampak buruk pada perusahaan dan mengancam para pekerjanya. Hal itu terlihat dari data BPJS Ketenagakerjaan yang mencatat jutaan peserta keluar dari kepesertaan.

Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Zainudin mengungkapkan, sebanyak 4,4 juta pekerja telah keluar dari kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami juga mencatat jumlah tenaga kerja yang keluar di sektor formal itu kami lihat posisi kemarin itu sudah 4,4 juta orang,” ungkapnya dalam webinar, Kamis (19/8).

Bahkan menurutnya, gelombang kedua atau second wave Covid-19 akan memicu lebih banyak pengangguran karena kebijakan pembatasan pemerintah. Namun, pihaknya terus berusaha mengantisipasi agar pemulihan ekonomi terus terjadi.

“Ini yang kita lihat coba diantisipasi oleh pemerintah dalam hal ini di-lead oleh Kementerian Ketenagakerjaan bagaimana pemulihan ekonomi ini tidak berdampak terlalu dalam turunnya,” tuturnya.

Menurutnya, salah satunya melalui bantuan subsidi upah atau gaji (BSU) sebesar Rp 1 juta yang diharapkan dapat mengantisipasi penurunan daya beli akibat kebijakan pembatasan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

“Misalnya daya beli menurun, kemudian penurunan aktivitas ekonomi dan PPKM di banyak wilayah,” pungkasnya.(jpg)