batampos.co.id – Setelah menjalani berbagai pengetatan dan pembatasan kegiatan sejak Juli lalu, Batam berhasil keluar dari zona merah dan kini berada di zona oranye. Berbagai hasil positif mulai terlihat, mulai dari menurunnya BOR (bed occupancy rate), jumlah pasien sembuh meningkat, hingga penurunan kasus terkonfirmasi positif.

”Hasil ini menurut saya bisa terus membaik, kalau protkes (protokol kesehatan) terus berjalan maka bisa saja dalam waktu dekat ini, Batam secara keseluruhan zona hijau,” ujar Amsakar Ahmad, Wakil Wali Kota Batam, Kamis (19/8).

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 Kota Batam, kasus aktif saat ini kembali turun 1,967 persen atau tersisa 495 kasus. Dari jumlah itu, 248 orang menjalani isolasi mandiri (isoman), 167 orang dirawat di rumah sakit, dan 80 orang lain dirawat di Asrama Haji Batam.

Amsakar menjelaskan, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 akan berakhir 23 Agustus mendatang. Ia berharap tren positif yang terjadi saat ini bisa mendorong Batam ke level yang lebih rendah, bahkan bisa keluar dari aturan pengetatan atau PPKM ini.

”Masih ada beberapa hari ke depan, mudah-mudahan kita semua bisa meraih hasil yang makin bagus,” imbuhnya.

Jika Batam berhasil keluar dari zona merah dan aturan PPKM, maka kegiatan masyarakat bisa kembali berjalan seperti semula. Bahkan, semua sudah berharap bisa menjalani adaptasi kebiasaan baru yang berikutnya. Masyarakat mulai terbiasa dengan penerapan 5M yang ketat, sehingga diharapkan hal ini tidak kendor yang bisa memicu kenaikan kasus.

”Cukup gelombang kedua saja, jangan berlanjut lagi. Diharapkan hingga pengujung tahun Batam siap menuju pemulihan, dan di tahun selanjutnya bisa meraih hasil yang lebih baik. Saya ingatkan untuk tetap patuhi protkes, dan jangan abai. Sebab dampaknya luar biasa. Saya rasa cukup lah dua tahun ini rakyat terpukul karena pandemi,” tuturnya.(*/jpg)