batampos.co.id – Musim hujan telah tiba, masyarakat di Batuaji dan Sagulung kembali dilanda perasaan waswas.

Sebab, persoalan banjir belum sepenuhnya diatasi. Genangan air di ruas jalan hingga banjir di permukiman, masih terjadi hingga saat ini.

Misalnya, di jalan masuk perumahan Kodim, Kelurahan Buliang, masih sering terjadi luapan air jika hujan lebat.

Sedangkan hujan dalam beberapa hari terakhir ini, belum berdampak namun mulai ada tanda-tanda banjir.

Air menggenangi ruas jalan yang posisinya lebih rendah. Begitu juga dengan ruas jalan utama seperti di Jalan R Suprapto dan Brigjen Katamso Batuaji, masih banyak yang digenangi air.

Meskipun tak banjir, namun genangan air ini tetap mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Ilustrasi. Kemacetan terjadi di Jalan R Suprapto depan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Batuaji, beberapa waktu lalu. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

Sebab, kendaraan harus ekstra pelan demi menghindari kerusakan atau percikan ke pengendara lain.

“Kalau banjir besar belum sih karena hujan juga belum begitu lebat. Tapi bagaimanapun genangan air ini tetap mengganggu,” ujar Reza, warga Batuaji, Kamis (19/8/2021).

Pemko Batam melalui Dinas Bina Marga terus berupaya mengatasi masalah tersebut. Normalisasi drainase terus dilakukan.

Seperti, yang dilakukan pada drainase induk depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji.

Proyek peningkatan drainase ini mengubah total drainase induk di sana. Drainase digali menjadi besar dan lebar demi kelancaran
aliran air.

Pantauan di lapangan, proyek normalisasi drainase ini sudah memasuki tahap pemasangan batu miring.

Drainase yang semula berukuran kecil, kini tampak lebih besar
dan dalam.

Sejumlah alat berat masih menggali sisi drainase lain yang belum digali. Pekerja juga terpantau sibuk dengan pemasangan pembangunan batu miring.

Proyek normalisasi diperkirakan rampung dalam sebulan ke depan.

Camat Batuaji, Ridwan, sebelumnya mengaku Pemko Batam memberikan perhatian khusus dengan proyek normalisasi tersebut sebab menjadi kunci keamanan wilayah kelurahan Bukit Tempayan dari ancaman banjir.

“Penyebabnya (banjir) di situ, makanya dilebarkan. Itu sudah lama diajukan dan Alhamdulillah tahun ini dikerjakan,” ujar Ridwan.

Proyek ini sekaligus dengan pembangunan gorong-gorong sebagai jalur penyebarangan air dari Bukit Tempayan ke Kelurahan Buliang.

Tujuannya sama, untuk mencegah terjadinya banjir.(jpg)