batampso.co.id – Pelonggaran aturan pasca PPKM di Batam turun ke level 3, turut memberikan dampak terhadap pendapatan
daerah yang bersumber dari pajak restoran.
Berdasarkan data siependa.batam.go.id, capaian pajak restoran termasuk salah satu yang tinggi, yaitu 37.67 persen.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, adanya pelonggaran turut menaikkan pajak restoran.
Pasalnya, warga sudah diperbolehkan makan di tempat meskipun masih dalam kapasitas yang terbatas.
”Hingga akhir tahun ini, kami sangat berharap PAD (Pendapatan Asli Daerah) Batam terus bergerak ke angka yang lebih baik. Tentu hal ini tidak lepas dari kebiasaan yang mulai normal, meskipun belum 100 persen,” ujarnya, Jumat (20/8/2021).
Sektor penghasil yang selama ini menjadi sumber pendapatan, akan dioptimalkan agar di akhir tahun nanti capaian bisa mendekati target.
Sektor pajak dan retribusi daerah diupayakan bisa lebih baik lagi, tentu hal ini harus dibarengi dengan upaya dinas terkait.
”Bisa saja nanti metode jemput bola, dan kemudahan lain yang bisa memacu warga untuk membayar kewajiban mereka,” sebutnya.
Kepala Badan Pendapatan Asli Daerah, Raja Azmansyah, mengatakan, saat ini capaian PAD sudah mendekati angka 50 persen di Agustus ini.
Berdasarkan data tahun ini, PAD ditarget Rp 1,4 triliun dan sudah tercapai Rp 605 miliar atau 42,24 persen, pajak daerah Rp1,1 triliun dan sudah tercapai Rp 470 miliar atau 40,72 persen, retribusi daerah Rp 145 miliar dan sudah tercapai Rp64 miliar atau 44,18 persen.
”Angka masih terus bergerak. Mudah-mudahan dengan adanya penurunan level PPKM, capaian PAD Batam ini bisa lebih maksimal lagi,” imbuhnya.
Sementara itu, untuk retribusi daerah, saat ini paling tinggi bersumber dari retribusi izin mendirikan bangunan (IMB) yakni Rp21 miliar dari target Rp 25 miliar atau 83,69 persen.
Disusul retribusi pelayanan sampah dari target Rp 40 miliar sudah tercapai Rp 20 miliar atau 50,62 persen, retribusi perpanjangan IMTA dari target Rp 23 miliar, dan sudah tercapai Rp 16 miliar
atau 70 persen.
Lanjutnya, jika kondisi terus membaik dan aktivitas masyarakat kembali diperbolehkan, tidak tertutup kemungkinan ada peningkatan PAD di akhir tahun nanti.
Penutupan jalur pariwisata mancanegara sangat berdampak terhadap pendapatan Batam, selama ini dari sektor wisata menyumbang 24 persen untuk PAD Batam.
”Kita tunggu saja. Semoga ada tren positif nanti,” sebutnya.(jpg)
