batampos.co.id – Kasus kematian akibat Covid-19 di Kota Batam yang sempat meningkat pada Kamis (19/8/2021), kembali melandai pada Jumat (20/8/2021).

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, sepanjang 24 jam terakhir, angka kematian berjumlah empat orang.

“Semalam (Kamis, red) ada 12 kasus kematian, kemudian turun
jadi empat kasus pasien Covid-19 yang meninggal,” ujar Ketua
Bidang Kesehatan Tim Gugus Covid-19 Kota Batam, dr Didi
Kusmarjadi, SPoG, Jumat (20/8/2021).

Berdasarkan data yang masuk ini, sebagian besar pasien meninggal memiliki penyakit bawaan atau lebih dikenal dengan komorbid.

Lantas apa saja komorbid penyumbang kasus kematian tertinggi di Kota Batam?

Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam menyebutkan, kasus kematian pasien positif Covid-19 di Kota Batam hingga data per
Jumat (20/8/2021) berjumlah 781 orang.

Dimana, 203 kasus kematian pasien positif Covid-19 diikuti
komorbid diabetes melitus.

“Paling banyak pasien Covid-19 yang meninggal di Kota Batam memiliki penyakit bawaan diabetes,” terang Didi.

Selain diabetes, ada komorbid hipertensi yang menjadi penyakit penyerta dalam 166 kasus meninggalnya pasien Covid-19 di Batam.

Kemudian ada pneumonia atau lebih dikenal dengan radang paru-paru yang angkanya mencapai 101 kasus kematian.

Kemudian ada komorbid sindrom distres pernapasan akut dengan 48 kasus kematian.

Lalu menyusul komorbid gagal jantung atau dikenal dengan congestive heart failure yang jumlahnya capai 35 kasus kematian.

“Ada juga komorbid sepsis dan komorbid tekanan darah tinggi masing-masing ada 32 kasus kematian,” tambah Didi.

Kemudian menyusul pasien gagal ginjal kronis sebanyak 16 kasus meninggal serta pasien dengan penyakit jantung koroner 14 kasus kematian dan TBC sebanyak 13 kasus.

“Ada juga penyakit lain seperti HIV, asma, paru, gagal ginjal, serta penyakit lainnya,” sebut Kadinkes Kota Batam tersebut.

Sementara itu, angka perkembangan Covid-19 di Batam saat ini terus memperlihatkan hasil yang positif.

Ruang perawatan di rumah sakit juga terus berkurang, dan membuat tingkat hunian terus menurun.

“Saat ini hanya tinggal 167 orang yang dalam perawatan di rumah sakit rujukan. Sementara, yang isoman (isolasi mandiri) hanya 248 orang dan di Asrama Haji Batam hanya 80 orang,” kata Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Jumat (20/8/2021), di Marketing Center BP Batam, Batam Center.

Secara persentase, Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit juga hanya 15,16 persen yang terpakai.

Untuk itu, Rudi mengingatkan apabila dalam satu minggu ke depan, angka pasien positif Covid-19 di Batam dapat turun kurang 100 orang.

Diperkirakan, Batam akan turun level PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) dan juga akan semakin dilonggarkan.

“BOR makin rendah, karena sudah banyak yang sembuh. Tapi, ingat meskipun kasus sudah turun jangan kendor protokol kesehatan,” pesan wali kota.

Kini, pihaknya sangat fokus dalam pelaksanaan vaksinasi, yang telah mencapai angka 71,76 persen bagi usia 18 tahun ke atas untuk dosis pertama.

Namun, apabila data tersebut digabungkan dengan total pelajar di Kota Batam, pelaksanaan dosis pertama baru mencapai angka 67,37 persen.

“Dari data penduduk kita, pelajar mendominasi dengan jumlah terbanyak di Batam. Ini yang lagi digesa kembali dalam beberapa hari ini,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menambahkan, saat ini dua kecamatan sudah berstatus aman atau hijau.

Ia berharap kecamatan lainnya juga menyusul agar aktivitas di Kota Batam bisa berjalan seperti biasa.

“Dua kecamatan hinterland sudah bewarna hijau, Bulang sama Galang. Belakangpadang masih ada yang dirawat sebentar lagi menyusul. Kita berharap kecamatan lain juga bisa berubah warna,” harap dia.(jpg)