batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri mulai mencanangkan vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil.

Untuk mematangkan rencana ini, Dinkes Kepri masih mendata jumlah ibu hamil yang ada di setiap daerah.

Sehingga, dapat menghitung kebutuhan vaksin dan proses vaksinasi.

“Ini masih dalam proses pencanangan,” kata Kepala Dinkes Kepri, M Bisri, Minggu (22/8/2021).

Ia mengatakan, setiap kota maupun kabupaten, nantinya akan memiliki satu atau dua sentra pusat vaksinasi ibu hamil.

Sehingga, dapat memudahkan pendataan dan memantau efek dari vaksinasi.

“Vaksinasi ibu hamil ini kan sudah dibolehkan, tapi kami masih hitung-hitung dulu nih berapa kebutuhan vaksinasi ibu hamil,” jelasnya.

Instruksi vaksinasi ibu hamil tertuang dalam Surat Edaran Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.01/1/2007/2021 tentang Vaksinasi Covid-19 Bagi Ibu Hamil dan penyesuaian screening dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Vaksinasi ibu hamil hanya tiga jenis vaksin yang boleh digunakan,
yakni; Moderna, Pfizer serta Sinovac. Ketiganya dinilai memiliki efek yang minim terhadap ibu hamil.

Namun, ada beberapa syarat, yaitu di trisemester pertama, tidak diperbolehkan menjalani vaksinasi.

“Tiga bulan awal itu ibu hamil masih mual-mual, jadi tidak boleh. Tapi setelah itu (melewati trisemester pertama), barulah dapat divaksin,” ujar Bisri.

Bisri mengatakan bahwa stok vaksin Sinovac dan Moderna masih minim. Karena, dalam beberapa hari ini, vaksin yang datang jenisnya AstraZeneca.

“Jumlah yang datang tak banyak pula. Kadang ini lah, kami lagi butuhnya Sinovac, tapi datangnya AstraZeneca. Vaksin AZ (AstraZeneca) ini nantinya digunakan untuk dosis kedua saja,” ucapnya.

Vaksin jenis Moderna, kata Bisri, hanya cukup untuk pemberian dosis ketiga bagi para tenaga kesehatan.

“Jadi saat ini, seluruh vaksin Moderna yang datang, sudah mencukupi untuk vaksin dosis ketiga bagi para tenaga kesehatan. Namun, karena harus memberikan pelayanan, pemberian vaksinasi dosis ketiga ini tidak bisa secara serempak,” tuturnya.

Sementara vaksinasi terhadap masyarakat umum terus berjalan. Beberapa daerah terus menggesa proses vaksinasi.

Dari beberapa kota dan kabupaten di Kepri, hanya Kabupaten lingga yang vaksinasinya di bawah 70 persen.

Selebihnya, sudah di atas 70 persen.

“Vaksin dosis pertama berjalan, dosis kedua juga terus berjalan. Semoga vaksinasi ini segera rampung di Kepri dan memberikan dampak yang baik bagi seluruh masyarakat, baik secara kesehatan maupun ekonomi,” pungkasnya.(jpg)