Minggu, 5 April 2026

Ini Target Konsorsium Angkasa Pura 1 untuk Pengembangan Bandara Hang Nadim

Berita Terkait

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam serta Konsorsium Angkasa Pura (AP) I tengah mempersiapkan perjanjian kerja sama pengembangan Bandara Hang Nadim.

Ada perubahan jadwal yang semula kegiatan tersebut dimulai November, tapi diundur karena penyesuaian dengan kondisi pandemi Covid-19.

”Terakhir, Angkasa Pura I tengah persiapan perjanjian kerja sama. Makanya mundur sedikit dari jadwal, karena ada penyesuaian dengan pandemi,” kata Kasubdit Pembangunan Kepelabuhanan dan Kebandaraan BP Batam, Boy Zasmita, Sabtu (21/8/2021).

Saat awal pengembangan nanti, konsorsium AP 1 yang di dalamnya ada pengelola bandara dari Korea, Incheon International Airport Corporation (IIAC) , akan langsung mengambil pengelolaan bandara, mulai dari terminal penumpang, runaway dan lain-lain.

Ilustrasi. Maskapai penerbangan parkir di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

”Nanti langsung dikelola oleh konsorsium,” imbuhnya.

Namun, sebelum itu akan ada masa peralihan, dimana BP Batam akan melakukan pendampingan atau asistensi kepada konsorsium.

”BUBU Hang Nadim masih ada, tapi yang dikelola yakni beberapa
hal yang tidak masuk dalam lingkup kerja sama. Misalnya, terminal kargo dipegang AP 1, maka gudangnya dipegang BP Batam,” ungkapnya.

Adapun, target konsorsium paling utama yakni membangun terminal penumpang kedua dalam waktu dua tahun, lalu kemudian mendatangkan penerbangan internasional ke Batam.

”Salah satu bagian dari konsorsium yakni Incheon punya jaringan di luar negeri. Tempat-tempat strategis juga sudah dipetakan,” paparnya.

Luas area yang akan dikelola konsorsium kurang lebih 350 hektare. Pemenang lelang akan melaksanakan perbaikan terminal 1, pembangunan terminal 2, serta mengoperasikan fasilitas runway dan gedung kargo.

Total investasi mencapai Rp6,8 triliun. Tujuan pengembangan bandara adalah untuk mengantisipasi jumlah penumpang yang terus naik, dan juga mengembangkan bisnis kargo agar menjadi salah satu lini utama pemasukan bandara.

Sebagai pemimpin konsorsium, Angkasa Pura I akan bertanggung jawab dalam hal manajemen operasional dan komersial secara umum.

Sementara itu, IIAC memiliki kewajiban dan tanggung jawab dalam hal pemasaran dan strategi pengembangan bandara secara umum.

Sedangkan WIKA selaku BUMN bidang konstruksi yang terintegrasi dengan industri pendukungnya, memiliki tanggung jawab dalam hal manajemen infrastruktur bandara.(jpg)

Update