batampos.co.id – Kepala Karantina Kesehatan Pelabuhan Kelas I Batam, dr Achmad Farchanny, mengatakan, Kota Batam maupun Kepulauan Riau (Kepri) masih masuk dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3.

Hal ini merujuk Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 37 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1, serta mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di tingkat kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid-19.

”Sesuai Inmendagri 37/2021 diktum kesatu, Batam (masih) level 3,” kata Farchanny, Selasa (24/8).

Berdasarkan aturan itu, Kabupaten Karimun, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kabupaten Kota Tanjungpinang, Kabupaten Lingga, Kabupaten Natuna, Kabupaten Bintan, dan Kota Batam, masih berada di PPKM level 3.

Sesuai Inmedagri ini, Kabupaten Karimun, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kabupaten Kota Tanjungpinang, Kabupaten Lingga, Kabupaten Natuna, Kabupaten Bintan, dan Kota Batam wajib mengetatkan protokol kesehatan (protkes). Masker yang disarankan bagi masyarakat, minimal dua lapis. Selain itu, Menteri Dalam Negeri meminta seluruh kepala daerah mengimbau masyarakatnya meminimalisir mobilitas.

Pembelajaran tatap muka di PPKM level 3 sudah dapat dilakukan. Tapi tetap harus merujuk pada Keputusan Bersama Menteri Pendidikan, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri.

Pelaksanaan kegiatan di sektor esensial dapat beroperasi 100 persen. Sektor esensial ini seperti kesehatan, bahan pangan, makanan, minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, perbankan, sistem pembayaran, pasar modal, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik, proyek vital nasional, dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional.

Kemudian objek tertentu, tempat yang menyediakan kebutuhan sehari-hari yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat (pasar, toko, swalayan, dan supermarket), baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan seperti mal. Namun, pemerintah daerah harus mengatur jam operasional, kapasitas dan wajib menerapkan protkes.

Selanjutnya, sektor industri dapat beroperasi 100 persen. Namun, apabila ditemukan klaster penyebaran Covid-19, maka industri bersangkutan ditutup selama lima hari. Kegiatan pasar tradisional, kaki lima, toko kelontong, pangkas rambut, laundry, bengkel diizinkan beroperasi. Tapi, wajib memperhatikan protkes yang ketat.

Sementara itu, kegiatan resepsi pernikahan dan hajatan diperbolehkan. Namun, maksimal tamunya tidak boleh lebih dari 50 orang dan tidak diperbolehkan adanya hidangan makanan.(*/jpg)