batampos.co.id – Sejumlah masyarakat mengeluhkan harga ikan yang tinggi di pasaran Batam. Kenaikan harga ikan rata-rata mencapai Rp 10 ribu per kilogram (kg). Naiknya harga ikan, diindikasi karena curah hujan yang tinggi.
Rina, warga Batam Center, mengatakan bahwa hampir semua jenis ikan mengalami kenaikan harga. Terutama, untuk jenis ikan laut yang sering dikonsumsi seperti tongkol, benggol, kakap, ikan bulat dan lainnya.
“Sudah hampir dua pekan harga ikan naik. Biasanya tongkol hanya Rp 30-35 per kg, sekarang bisa sampai Rp 45 ribu,” terang Rina, kemarin.
Ia sempat menanyakan perihal naiknya harga ikan kepada pedagang, dijawab karena curah hujan tinggi. Sehingga, banyak nelayan yang tidak melaut.
“Katanya karena curah hujan, tapi pastinya tak tahu juga. Tapi biasanya saat musim angin utara harganya tinggi, ini kan belum tapi sudah mahal,” ujarnya.
Hal senada dikatakan Novi, warga Nongsa. “Ikan benggol sekarang sampai Rp 35 ribu, biasanya itu Rp 25 ribu, sotong yang kecil biasanya Rp 60 ribu, sekarang Rp 70 ribu. Udang juga begitu,” terangnya.
Sementara di Pasar Botania 1, Batam Center, sejumlah pedagang mengakui kenaikan harga ikan dari biasanya. Hal itu karena curah hujan yang tinggi dan membuat nelayan yang melaut sedikit.
“Ikan sedikit, karena nelayan sedikit yang ke laut,” ujar Yudi, pedagang ikan.
Sedangkan di Pasar Melcem, Batuampar, harga ikan juga mahal. Seperti, ikan tongkol putih yang biasanya di kisaran Rp 25-30 ribu per kg, kini naik jadi Rp 35 ribu per kg. Sedangkan sotong ukuran sedang, dijual Rp 70 ribu per kg.
“Bukan hanya ikan laut, ikan air tawar seperti mujair juga mahal, biasanya Rp 30-35 ribu sekarang jadi Rp 45 ribu,” tutur Fara, warga Tanjungsengkuang. (*/jpg)
