batampos.co.id – Vaksinasi sektor pariwisata, hampir semua karyawan hotel telah divaksinasi, sehingga dapat menjadi syarat utama untuk membuka perbatasan antara Singapura dan Indonesia.
Menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Batam, Muhammad Mansur, vaksinasi khusus pelaku wisata khususnya perhotelan sudah hampir sempurna. Namun, belum ada sinyal akan dibukanya perbatasan antara Indonesia dan Singapura.
”Kita melihat bahwa Covid-19 ini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Tapi kedua bela pihak masih berkoordinasi secara tehnik untuk mencari kemungkinan terbaik,” ujarnya, belum lama ini.
Saat ini, hotel-hotel di Batam menerima tamu dari kalangan pegawai negeri dan pengusaha yang melakukan perjalanan bisnis ke Batam. Selain itu, sejumlah hotel di Batam tercatat menampung tamu dari luar negeri baik itu warga negara asing (WNA) maupun warga negara Indonesia (WNI) yang masuk ke Indonesia melalui Batam.
”Mereka masuk ke Batam menjalani swab PCR. Sambil menunggu hasilnya keluar, diinapkan di hotel-hotel yang sudah mendapat sertifikasi dari Kantor Kesehatan dan Pelabuhan,” jelasnya.
Setelah hasilnya keluar, maka nanti tim gugus tugas yang akan menentukan tamu tersebut diisolasi di mana, apakah di RSKI Galang atau rumah sakit lainnya.
Ia mengatakan, hotel-hotel di Batam masih bisa bertahan. Situasinya lebih baik dibanding hotel-hotel di Jawa yang sudah banyak mengibarkan bendera putih. Di samping itu, di Batam masih banyak ekspatriat yang tinggal di hotel, terutama pelaku bisnis dari perusahaan yang ada di Batam.
Dia mengakui bahwa pekerja hotel hanya dibayar saat mereka masuk kerja. Tapi itu merupakan bagian dari strategi agar bisa bertahan hidup di tengah pandemi. ”Jadi, sistem rotasi kerja seperti itu disesuaikan dengan jumlah kamar yang terjual,” ujarnya. (*/jpg)
