batampos.co.id – Sejumlah Fasilitas Kesehatan (faskes) tingkat pertama BPJS Kesehatan Kota Batam memilih untuk memberikan layanan secara online kepada pasiennya.
Pilihan itu diambil sesuai dengan regulasi atau anjuran pemerintah untuk menekan angka positif Covid-19.
Namun, di sisi lain, pilihan ini membuat sejumlah peserta tak nyaman. Pasalnya, ada yang merasa pelayanan dirasa tidak maksimal, karena hanya dilakukan via chat atau video call online.
“Keluhan sakit disampaikan lewat online, jemput obat baru ke faskes. Bagaimana dokter tahu jika tak melihat kondisi pasiennya,” kata Agus, salah satu pasien yang mengeluhkan
layanan tersebut, kemarin.
Warga Batam Center ini mengatakan, beberapa faskes lainnya ternyata tetap melayani pasien secara langsung.

Seperti, kata dia, di klinik Kimia Farma.
“Klinik lain ada yang buka, tapi yang faskes sa ya tetap melayani online,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Batam, Yusrianto, mengatakan, faskes punya pilihan dalam memberi pelayanan kepada pasiennya.
Baik itu pelayanan langsung ataupun tidak langsung (online). Apalagi, sudah ada ajuran dari pemerintah untuk meminimalisir kontak langsung dalam pelayanan kesehatan.
“Kami dari BPJS mendukung pilihan itu, apalagi sudah ada regulasi atau anjuran dari pemerintah,” terangnya.
Pelayanan pasien secara langsung atau tatap muka diwajibkan menerapkan protokol kesehatan.
Mulai memakai masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan. Di antaranya, pukesmas tetap melayani sejumlah tindakan untuk pasien BPJS Kesehatan.
“Ada juga yang secara online, tapi ini untuk penyakit yang biasa-biasa aja,” tegasnya.
Di sisi lain, Yusrianto menjelaskan, jika kondisi peserta darurat, maka seluruh faskes wajib menangani tanpa terkecuali.
Dokter yang bertugas nantinya akan menanyakan keluhan pasien lewat online.
Jika memang butuh penindakan, maka akan diminta datang ke klinik untuk penanganan.
Contohnya, jika pasien sakit gigi parah dan butuh penanganan.
“Sudah ada aturannya, jika kondisi emergency wajib ditangani,” katanya.(jpg)
