Jumat, 20 Februari 2026

Ratusan Anak di Batam Kehilangan Orangtua, Penyebabnya…

Berita Terkait

batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam serta Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Kota Batam belum mempunyai data, berapa anak di Kota Batam yang menjadi yatim atau yatim piatu akibat Covid-19.

Meski demikian, dengan jumlah kematian akibat Covid-19 sebanyak 791 orang, diperkiran ratusan anak di Batam kehilangan orangtuanya.

Besarnya klaster penularan Covid-19 di lingkungan kerja dan keluarga, diindikasi menyebabkan tingginya tingkat kematian di usia produktif dengan meninggalkan anak-anak kecil.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam, Tumbur M Sihaloho, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengalokasikan anggaran untuk membantu anak-anak yang kehilangan orangtuanya akibat Covid-19.

Alokasi tersebut, bisa dilakukan Pemko Batam dengan mengacu pada Surat Edaran (SE) Kemendagri Nomor 27 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyusunan APBD Perubahan (APBD-P).

”Dalam SE itu, penyusunan APBD-P tidak hanya ke penanganan Covid-19. Tapi di situ juga disebutkan untuk penanganan dampak
dari Covid,” ujarnya, Rabu (25/8/2021).

Ilustrasi. Prosesi pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Seitemiang, Sekupang. Para penggali makam di tempat tersebut mengeluhkan minimnya APD. Foto: Agus untuK Batam Pos

Ia melanjutkan, anak-anak yang kehilangan kepala keluarga yang menjadi tulang punggung keluarga selama ini, tentunya harus mendapatkan perhatian serius dari Pemko Batam.

Terutama, perhatian mengenai pendidikan anak ke depannya. Ia meminta permasalahan ini menjadi pembahasan Pemko Batam dalam memberikan bantuan beasiswa untuk anak yang ditinggalkan orangtuanya.

”Saran kami dari DPRD Batam, berikan anak itu beasiswa, artinya ringankan biaya anak ini sampai SMA. Tentunya, dengan data yang akurat. Data itu bisa didapatkan dari Dinas Kesehatan karena di sana terdaftar,” katanya.

Dirinya yang juga duduk sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Batam mengaku, dalam pembahasan APBD-P tidak ada yang memfokuskan anggaran kepada anak-anak yang ditinggalkan orangtuanya ini.

Dimana, pembahasannya hanya dilakukan secara general dengan fokus pada peningkatan ekonomi.

”Kita mendorong dari DPRD, supaya diambil suatu kebijakan. Bagaimana kira-kira penanganan kelanjutan masa depan anak yang ditinggalkan orangtuanya. Harus ada kebijakan dari Wali Kota Batam untuk mengambil jalan yang bijaksana dalam penanganan anak yatim ini,” imbuhnya.(jpg)

Update