batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam tidak mau terburu-buru untuk membuka belajar tatap muka (BTM) meskipun jumlah kasus di Batam sudah mulai melandai.

Faktor belum sempurnanya capaian vaksinasi, menjadi alasan penundaan.

”Banyak memang desakan orangtua agar anak-anak mereka segera kembali ke sekolah. Sebab, keluhan tidak maksimalnya pembelajaran online dinilai menjadi dorongan agar sekolah tatap muka segera dibuka,” kata Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan, Rabu (25/8/2021).

Ia mengungkapkan, penundaan belajar tatap muka ini berlaku bagi semua jenjang pendidikan.

 

Meskipun tidak semua pelajar harus divaksin, namun untuk keselamatan anak didik, belajar tatap muka bisa direalisasikan jika capaian sudah 100 persen.

”Memang Inmendagri (Instruksi Menteri Dalam Negeri) memperbolehkan, namun pimpinan daerah boleh mengambil kebijakan untuk menjaga anak didik ini dari paparan Covid-19,” sebutnya.

Menurutnya, anak sekolah termasuk yang rentan terpapar. Karena itu, perlu langkah pencegahan agar mereka tidak terpapar.

Ia mengimbau kepada orangtua agar bersabar karena pembukaan sekolah tatap muka hanya menunggu waktu saja sembari menunggu vaksinasi bagi pelajar maksimal capaiannya.

”Saya sudah sampaikan ke sekolah, jangan langgar aturan yang ada. Sebab, nanti kalau ada yang terpapar, akan menambah persoalan. Kami berupaya menjaga anak ini agar aman. Kalau kondisi kasus makin landai, tidak ada alasan untuk menunda pelaksanaan ini,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, penundaan belajar tatap muka harus dilakukan karena jumlah capaian vaksinasi pelajar masih rendah.

Meskipun dalam Inmendagri Nomor 37 Tahun 2021 dan Surat Edaran Wali Kota Nomor 47 Tahun 2021 mengatur belajar tatap muka diperbolehkan meskipun dengan kapasitas yang terbatas.

”SE ini meneruskan Inmendagri, namun pemerintah daerah diperbolehkan mengambil kebijakan demi melindungi pelajar yang merupakan aset bangsa ini, agar tidak terpapar Covid-19,”
kata dia.

Ia mengerti kesulitan yang dihadapi orangtua saat ini. Orangtua harus memainkan peran ganda sebagai orangtua sekaligus guru, sampai pembukaan kembali sekolah tatap muka.

Kendati demikian, menurutnya, orangtua juga ingin anaknya bersekolah dalam keadaan yang aman.

Hingga kini, masih ada kasus yang terjadi, selain itu belum semua pelajar yang divaksin.

”Kami minta bersabar, dan kasih waktu bagi Pemko Batam untuk menuntaskan vaksinasi bagi pelajar ini. Sehingga, belajar tatap muka bisa segera dilaksanakan,” ujarnya.(jpg)