batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam menyatakan, pengumuman prakualifikasi lelang kerja sama operasi dan pemeliharaan sistem penyediaan air minum (SPAM) Batam, baik di hulu maupun di hilir dinyatakan gagal. Untuk itu, lelang SPAM akan diulang.
”Pada hari ini (kemarin, red), panitia lelang kerja sama operasi dan pemeliharaan SPAM mengumumkan bahwa prakualifikasi lelang kerja sama operasi dan pemeliharaan SPAM hulu dan
hilir dinyatakan gagal,” kata Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar, Kamis (26/8/2021) malam.
Dengan demikian, proses prakualifikasi dihentikan dan semua keputusan yang telah diambil pada proses prakualifikasi dibatalkan dan tidak berlaku.
”Panitia lelang akan mengulang proses prakualifikasi dengan melakukan pengumuman prakualifikasi ulang sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” imbuhnya.
Saat ditanya penyebab lelang pertama dinyatakan gagal, Dendi enggan membeberkan.
”Itu dulu informasinya,” jawabnya singkat.
Mengenai kapan waktu prakualifikasi kembali, Dendi menyebut belum ada informasi lebih lanjut.
”Untuk saat ini, baru dalam tahap itu. Selanjutnya masih menjadi pembicaraan di internal panitia. Setelah ada informasinya, akan segera diumumkan kembali,” tuturnya.
Dengan demikian, PT Adhya Tirta Batam (ATB) yang sebelumnya dinyatakan gagal, bisa kembali ikut berpartisipasi dalam lelang SPAM Batam.
Seperti diketahui sebelumnya, panitia lelang sempat mengumumkan dua konsorsium dan peserta tunggal dinyatakan lolos dalam tahapan prakualifikasi lelang SPAM Batam yang diumumkan, Kamis (12/8/2021) lalu.
Sementara ATB gagal lolos dari tahapan ini karena dianggap tidak memenuhi hasil evaluasi dari BP Batam.
Dendi saat pengumuman saat itu mengatakan, dalam
pengumuman tersebut, BP Batam membuat daftar pendek (short list) bagi perusahaan yang akan lanjut dalam proses kualifikasi.
Lelang ini dibagi atas dua, yakni lelang hulu dan lelang
hilir. Adapun peserta yang mendaftar untuk mengikuti
tahapan prakualifikasi lelang SPAM hulu yakni konsorsium PT Krakatau Tirta Industri-Perum Jasa Tirta II-PT Adaro Tirta Mandiri-PT Strivechem Indonesia, PT Adhya Tirta Batam (ATB), PT PAM Lyonaisse Jaya (Palyja) dan Konsorsium PT Moya Indonesia-PT PP (Persero).
Sementara untuk lelang SPAM hilir, pesertanya yakni konsorsium PT Krakatau Tirta Industri-Perum Jasa Tirta II-PT Adaro Tirta Mandiri-PT Strivechem Indonesia, PT Adhya Tirta Batam (ATB), PT PAM Lyonaisse Jaya (Palyja), Konsorsium PT Moya Indonesia-PT PP (Persero), dan konsorsium PT Tritech Batam International-PT Traya Tirta Makasar-PT Enersteel.
Adapun peserta yang lolos tahap awal untuk lelang SPAM hulu yakni konsorsium PT Krakatau Tirta Industri-Perum Jasa Tirta II-PT Adaro Tirta Mandiri-PT Strivechem Indonesia, PT PAM Lyonaisse Jaya (Palyja), dan Konsorsium PT Moya Indonesia-PT PP (Persero).
Sedangkan untuk lelang SPAM hilir yakni PT Krakatau Tirta Industri-Perum Jasa Tirta II-PT Adaro Tirta Mandiri-PT Strivechem Indonesia, PT PAM Lyonaisse Jaya (Palyja) dan Konsorsium PT Moya Indonesia-PT PP (Persero).
”Peserta yang berkeberatan atas pengumuman hasil prakualifikasi ini dapat menyampaikan sanggahan kepada panitia lelang. Sanggahan harus disampaikan secara tertulis dan ditandatangani perwakilan resmi peserta ke panitia lelang,” jelasnya lagi.
Masa sanggah diberikan jangka waktu lima hari kerja terhitung sejak 12 Agustus hingga 20 Agustus 2021.
Pasca pengumuman tersebut, dua peserta mengajukan sanggahan. Salah satunya ATB yang melayangkan sanggahan atas hasil lelang tender SPAM Batam pada Jumat (20/8/2021).
”Iya sudah kami ajukan Jumat lalu. Nanti akan dijelaskan lagi, setelah BP Batam jawab sanggahannya,” kata Head of Corporate Secretary PT ATB, Maria Jacobus.
Menurut Maria, pihaknya telah menganalisa dan menyiapkan data untuk memperkuat sanggahan tersebut.
”Dalam perjalanannya, ATB mendapat banyak dukungan dari berbagai lapisan masyarakat, yang berharap proses lelang berjalan bersih dan transparan,” jelasnya.(jpg)
