Jumat, 17 April 2026

Dihantam Ombak, Kapal Tenggelam di Perairan Dekat Batam

Berita Terkait

batampos.co.id – KLM Kembung Indah yang mengangkut sekira 130 ton karet tenggelam setelah dihantam angin kencang dan ombak setinggi lebih kurang 3 meter.

Peristiwa ini terjadi di perairan Pulau Lima, sekitaran Batam atau 12 mil dari Tanjungpinang ke arah selatan, Rabu (25/8) malam.

Seorang awak kapal, Yandi, 35, ditemui di dermaga Pelindo I Pelabuhan Sribayintan Kijang, Kamis (26/8) siang, mengisahkan, pada Rabu (25/8) pagi, kapal dengan muatan 130 ton karet bertolak dari Bengkalis dengan tujuan Kijang, Bintan.

”Kami lima orang, dinakhodai Amir dan awak kapal saya sendiri, Slamat, Fahmi, dan Rodiah,” sebutnya.

Setelah lebih kurang 15 jam perjalanan di laut, cuaca buruk melanda. ”Hujan tapi tidak deras, cuma anginnya sangat kencang dan ombak besar membuat kapal kami goyang. Kemudian air laut masuk dari kanan dan kiri lambung kapal membuat bagian tengah kapal penuh air laut,” katanya.

Semula mereka menghidupkan pompa air untuk menyedot air yang masuk ke bagian tengah kapal dan membuangnya kembali ke laut. Namun, usaha itu sia-sia.

”Pompa yang kami hidupkan untuk menyedot air dari dalam kapal ke laut sudah tidak lawan lagi dengan air laut yang terus masuk ke kapal,” katanya.

Akhirnya mereka menyelamatkan diri dengan menaiki ruang kemudi yang belum tenggelam. Dari kejadian ini, dia mengatakan, meski kapal tenggelam karena masuk air laut namun tidak ada lambung kapal yang bocor. ”Tidak ada lambung kapal yang bocor,” katanya.

Setelah kapal tenggelam, mereka meminta bantuan dengan menelepon seorang teman yang bekerja sebagai nelayan di daerah Kijang.

Tidak lama satu kapal pompong nelayan tiba di lokasi dan mendapati kapal tenggelam meskipun tidak semua permukaan kapal berada di dalam air.

”Awalnya ditarik satu kapal pompong nelayan cuma tidak tertarik, akhirnya dua kapal yang menarik kapal kami sampai ke Kijang,” katanya.

Sementara awak kapal lain, Slamat mengatakan, saat kejadian mereka sudah berusaha mengeluarkan air yang masuk ke kapal ke laut dengan mesin pompa air.

”Sudah, cuma airnya yang masuk ke kapal makin banyak. Jadi, kami naik ke ruang kemudi kapal yang lebih tinggi,” kata Slamat mengaku saat kejadian seperti ini yang diperlukan sikap tenang.

Pantauan di lapangan, muatan karet sudah tenggelam. Terlihat bagian tengah kapal tenggelam, hanya bagian kemudi kapal yang tidak tenggelam.

Di sekitar kapal dikelilingi seperti karet pengaman untuk mencegah bila terjadi tumpahan minyak.

”Jaga-jaga kalau terjadi tumpahan minyak, tapi sejauh ini tidak ada (tumpahan minyak),” kata pengawasan pelabuhan Sribayintan KSOP Kijang, M. Sahar di lokasi. (*/jpg)

Update