batampos.co.id – Ribuan warga Kota Batam mengikuti penyuntikan vaksin Moderna dosis pertama di Vihara Maitreya, Batam Center, Jumat (27/8).

Acara vaksinasi ini digelar oleh PSMTI Batam mulai pukul 08.00 WIB. Vaksin asal Amerika ini sebelumnya diprioritaskan untuk tenaga medis sebagai booster ketiga.

Vaksin Moderna dosis pertama ini diberikan kepada warga yang belum pernah menerima vaksin sebelumnya.

Nurbaeti Sapariah, warga Nongsa, mengatakan, sempat menunda untuk menjalani vaksinasi karena sedang menyusui.

Setelah berkonsultasi dan mencari informasi terkait pemberian vaksin untuk ibu menyusui, ia memutuskan untuk menjalani vaksinasi.

”Kemarin daftar melalui link yang disebar melalui WhatsApp. Alhamdulillah, akhirnya bisa vaksin walaupun sempat menunggu lama, karena banyak warga yang ikut vaksin Moderna ini,” ujarnya.

Pantauan Batam Pos, parkiran vihara terisi penuh dengan kendaraan peserta vaksinasi. Sementara di dalam, vaksinasi ini cukup berjalan dengan teratur.

Sejak awal kedatangan, sudah ditata dengan tertib, mulai dari proses pendaftaran ulang, screening kesehatan, hingga menjalani vaksinasi.

Ilustrasi. Warga Kota Batam mendapatkan vaksinasi Covid-19. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

Vaksin yang digunakan adalah Moderna untuk dosis pertama.

”Kami ingin bantu Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan juga ini merupakan bantuan sosial dari warga Tionghoa. Semoga Batam bisa segera mendapatkan herd immunity,” kata Ketua PSMTI Batam, Randy Tan, di lokasi vaksinasi.

Menurut Randy, sejak awal respons masyarakat luar biasa. Bahkan, sejak pendaftaran dibuka lewat link website dalam waktu satu jam, dan kuota 6 ribuan orang langsung habis.

”Kami juga sangat kangen dengan keluarga, terutama tim dokter. Makanya kami bantu dengan vaksinasi. Dengan begitu, herd immunity bisa tercapai dengan cepat,” ungkapnya.

”Empat minggu lagi, kami akan lanjutkan dengan dosis kedua. Tapi mudah-mudahan dalam minggu depan bisa lanjutin lagi untuk vaksinasi dosis pertama,” tutup Randy.

PSMTI Batam mendapatkan jatah sebanyak 429 vial vaksin dari Pemerintah Provinsi Kepri, dan menargetkan 6.006 warga Batam yang dapat divaksin.

”Hari ini (kemarin) kami akan berikan vaksin bagi 5.800 orang, karena kita memang sisakan jatah khusus bagi ibu hamil dan lansia,” terang Sekretaris PSMTI Batam, Delfina, Jumat (27/8).

Dalam pelaksanaan vaksinasi Moderna ini, pihak penyelenggara mengaku sempat mengalami kendala, saat ada masyarakat yang
ketahuan telah mendapatkan dua kali vaksin jenis Sinovac
sebelum datang ke lokasi vaksinasi Moderna yang dipusatkan di Vihara Maitreya Batam Center.

”Ketahuan setelah data kependudukannya dimasukkan ke sistem. Ternyata dia sudah dua kali menerima vaksin Sinovac. Adapun
warga tersebut, diakuinya beralasan ingin mendapatkan booster vaksin,” bebernya.

Walau menurut tenaga kesehatan yang bertugas, pemberian Moderna sebagai booster juga tidak dipermasalahkan, namun hal ini masih dilarang oleh pemerintah pusat sesuai dengan Surat Edaran HK.02.01/I/1919/2021, yang mengatur bahwa pemberian booster hanya dapat dilakukan bagi tenaga kesehatan.

”Namun, kami sudah minta yang bersangkutan membuat surat pernyataan, dan kami minta untuk pulang,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Harian Tim Gugus Covid-19 Kepri, Tjetjep Yudiana, menuturkan, kuota vaksin Moderna langsung diberikan kepada pihak penyelenggara.

Ia menargetkan 35 ribu masyarakat Batam menjadi penerima vaksin Moderna.

”Target kita segitu untuk saat ini. Kita lihat nanti pendaftaran melalui aplikasi sampai hari pelaksanaan,” terangnya.

Namun demikian, Tjetjep juga mengingatkan mengenai efek samping vaksin Moderna, yang lebih dari dua vaksin sebelumya Sinovac dan AstraZeneca.

Penerima akan mengalami gejala demam dan sakit kepala, maksimal selama dua hari setelah menerima suntikan.

”Semua jenis vaksin memiliki side effect masing-masing. Jadi, tidak perlu takut, ini yang harus diketahui dulu oleh masyarakat kita,” tegasnya.

Adapun kuota vaksin Moderna yang diberikan untuk Batam saat ini diakuinya berjumlah 446 vital, dan akan segera ditambah dalam waktu dekat ini.

Sementara stok vaksin Moderna di Provinsi Kepri berjumlah 7.500 vial.(jpg)