batampos.co.id – Lahan makam di Tempat Permakaman Umum (TPU) Seitemiang semakin menipis.
Di lahan permakaman bagi umat muslim, kini tersisa dua petak lagi. Dengan rata-rata jumlah yang dimakamkan antara lima
sampai sepuluh jenazah per hari.
Lahan yang tersedia ini diprediksi hanya bertahan hingga sebulan ke depan.
Jika mendesak, pengelola berencana menggunakan lahan rawa-rawa di sisi belakang area permakaman saat ini.
Pasalnya, belum ada alokasi lahan pengganti dari Badan Pengusahaan (BP) ataupun Pemko Batam.
”Bingung kami sekarang. Ada lahan rawa-rawa di belakang dekat area makam jenazah Covid-19, luasnya sekitar satu hektare tapi itu butuh anggaran untuk menimbunnya,” ujar Sekretaris Yayasan Khairul Ummah, Zailani, selaku pengelola pemakaman muslim di TPU Seitemiang, Jumat (27/8/2021).
Meski ada opsi menimbun lahan rawa-rawa, sambung Zailani, namun itu membutuhkan ongkos yang tak sedikit.
Sehingga, pengelola masih mempertimbangkannya. Adapun, lahan permakaman muslim yang digunakan saat ini adalah lahan tambahan di pinggir Jalan Ahmad Dahlan.
Lahan ini luas awalnya sekitar 400 meter persegi, namun sebagian besar sudah terisi karena jumlah jenazah yang dimakamkan terus bertambah.
Krisis lahan permakaman ini sebenarnya sudah lama terjadi, namun belum ada alokasi lahan pengganti.
Pengelola berharap Pemko Batam dan Badan Pengusahaan (BP)
Batam segera mengalokasikan lahan pengganti sebagai solusi jangka panjangnya.
”Kami harap begitu, karena kebutuhan mendesak,” tutupnya.
Sebelumnya, pengelola TPU Taman Langgeng, Seipanas, juga mengeluhkan makin menipisnya jumlah lahan permakaman yang tersedia.
Pengelola TPU Taman Langgeng, Unyil, menjelaskan, keterbatasan lokasi lahan serta hanya menyisakan di area sekitar lembah membuat warga yang akan memakamkan keluarganya, pilih memakamkan di lokasi yang berdempetan.
”Mau tidak mau, kalau ada ruang (lahan kosong) antara pemakaman itu, kita paksa memakamkan di sana,” kata-
nya.
Dalam sehari, pengelola TPU Taman Langgeng rata-rata mengurus 3 jenazah untuk dimakamkan.(jpg)
