batampos.co.id – Badan Kepegawaian Negara (BKN) mewajibkan peserta CPNS dan PPPK yang akan mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD) untuk melampirkan bukti keterangan negatif Covid-19.

Bukti tersebut bisa berdasarkan hasil tes PCR yang berlaku 2×24 jam atau antigen 1x 24 jam sebagai syarat untuk mengikuti ujian.

Kepala UPT BKN Batam, Delpa Nopri Kasmi, mengatakan, peserta yang akan mengikuti SKD memang harus dipastikan negatif
dari paparan Covid-19.

Hal ini guna menjamin keamanan seluruh peserta yang ikut dalam ujian. Namun, bagi calon peserta ujian yang hasil tes PCR-nya positif atau antigen-nya reaktif, maka peserta diminta untuk melaporkan hasil tersebut kepada instansi tujuan atau Pemko Batam.

Selanjutnya, peserta akan dijadwalkan ulang untuk mengikuti tes,
setelah hasil tes berikutnya dinyatakan negatif.

”Semua peserta tetap bisa ujian. Jadi, walaupun hasilnya positif atau reaktift, tetap bisa ikut. Nanti akan dijadwalkan ulang,” kata Delpa, Jumat (27/8).

Delpa menyebutkan, waktu pelaksanaan ujian cukup panjang yaitu 2-18 September.

Jelang pelaksanaan ujian, peserta diimbau untuk mempersiapkan diri, agar bisa menyelesaikan ujian dengan baik.

Berdasarkan informasi dari BKN, materi SKD yang akan diujikan yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dengan nilai ambang batas (passing grade) 65, Tes Intelegensia Umum (TIU) passing grade 80, dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) passing grade 166.

Total nilai passing grade untuk SKD adalah 311. Durasi pengerjaan SKD adalah 100 menit.

Khusus untuk pelamar penyandang disabilitas sensorik netra yang melamar kebutuhan khusus penyandang disabilitas, waktu pelaksanaan SKD adalah 130 menit.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batam, Hasnah, mengatakan, total pendaftar untuk CPNS sebanyak 7.983 pelamar.

Setelah seleksi administrasi, yang memenuhi syarat tinggal 5.610 pelamar, kemudian ditambah hasil verifikasi sanggahan sebanyak 103 orang.

Sementara itu, untuk total pendaftar PPPK non guru sebanyak
324 orang, dengan rincian 85 orang yang lolos seleksi.

Sementara untuk tenaga PPPK guru, jumlah yang mendaftar sebanyak 2.718 orang.(jpg)