batmapos.co.id – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Koperasi UKM) Provinsi Kepri, Agusnawarman, mengatakan, nota kesepahaman antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri dengan Bank Riau Kepri sudah tuntas.

Dia mengatakan, apabila tidak ada halangan, program bantuan bagi UMKM akan mulai disalurkan pada pertengahan September 2021 mendatang.

“Semoga ini menjadi momentum untuk bangkitnya UMKM Provinsi Kepri. Apalagi berdekatan dengan Hari Jadi Provinsi Kepri yang ke 19 tahun,” ujar Agusnawarman, Minggu (29/8) di Tanjungpinang.

Mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Bintan tersebut menjelaskan, saat ini, Badan Pengelolaan Keuangan
dan Aset Daerah (BPKAD) Kepri dan pihak Bank Riau Kepri sedang menggodok Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk menjalankan program tersebut.

”Setelah selesai, nanti dilanjutkan dengan penandatanganan PKS. Ditargetkan, pertengahan September ini akan jalan. Semoga ini bisa menjadi hadiah hari jadi Provinsi Kepri bagi pelaku-pelaku UMKM yang membutuhkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, katanya, dalam PKS tersebut juga akan dibahas teknis serta syarat pengajuan pinjaman lunak bagi para pelaku UMKM yang akan melakukan pinjaman.

Termasuk jeda dalam melakukan pembayaran angsuran seperti yang diusulkan gubernur, beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan, Pemprov Kepri akan memberikan bantuan stimulus bagi 2.000 pelaku UMKM yang akan mengajukan pinjaman usaha modal sampai Rp 20 juta.

Lewat kebijakan ini, Pemprov akan bertanggung jawab dalam memenuhi bunga pinjaman tersebut.

“Nantinya bantuan itu akan diberikan Pemprov Kepri yang bekerja sama dengan Bank Riau Kepri. Adapun maksimal pinjaman sebesar Rp 20 juta. Dalam hal ini, Pemprov Kepri akan menanggung bunga, sedangkan pelaku hanya bertanggung jawab terhadap angsuran pokoknya saja,” ujar Ansar.(*)