batampos.co.id – Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, membenarkan, beberapa hari ini, jumlah kasus Covid-19 terus menurun. Hal ini menunjukkan warga dalam perawatan di sejumlah rumah sakit juga berkurang. Sehingga ruang perawatan di rumah sakit menjadi semakin lowong.
”BOR makin turun. Artinya jumlah pasien dalam perawatan cepat pulih, dan kembali ke rumah dengan sehat. Namun, jangan sampai kita abai protkes. Karena tidak ingin ada lonjakan kasus kembali dan status PPKM di Batam kembali berubah,” kata Didi.
Turunnya kasus Covid-19 berimbas pada sejumlah kecamatan di Kota Batam, dari zona hijau hingga kuning. Meskipun secara garis besar Batam masih zona kuning, namun ada tugas besar untuk mengubah warna peta di kecamatan. Seperti wilayah hinterland Bulang dan Galang berada di status aman tanpa ada kasus positif. Begitupun Batuampar saat ini sudah berwarna hijau.
”Kita berharap kecamatan lainnya bisa menyusul berubah warna. Sehingga, Batam bisa turun level,” harap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam itu.
Dari data Covid-19 Kota Batam terbaru, pasien positif Covid-19 yang meninggal total 804 orang, ada 383 orang wafat karena komorbid (penyerta), sementara 411 orang tanpa komorbid.
Total sementara pasien positif yang terkonfirmasi Covid-19 di Kota Batam sejak awal Maret 2020 hingga 26 Agustus 2021 sudah di angka 25.457 orang. Dari jumlah tersebut, pasien yang sudah sembuh sebanyak 24.384 orang.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menuturkan, penurunan jumlah kasus ini diharapkan terus berlanjut. Saat ini roda perekonomian mulai kembali berputar.
Penutupan pusat perbelanjaan atau mal selama kurang lebih dua minggu sudah menimbulkan kerugian yang tidak sedikit bagi pengelola serta tenant.
”Kalau sekarang sudah sedikit longgar, jadi mari kita jaga. Ada target PAD yang harus dikejar hingga akhir tahun yang tinggal beberapa bulan ini, agar rencana pembangunan bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya. (*/jpg)
