Rasa takut dan ragu terus berputar dibenaknya. Bahkan ia sempat mendokrin dirinya untuk tidak divaksin Covid-19.

Ketakutannnya bukan tanpa alasan. Selama ini banyak beredar kabar terkait efek samping setelah divaksin. Mulai dari sakit berhari-hari, dinyatakan positif Covid-19 hingga ada meninggal dunia.

Namun, ketakutan itu seakan sirna dan tidak lagi ‘berkeliaran’ di kepalanya, setelah mendapatkan penjelasan mengapa ada efek dari vaksinasi Covid-19.

Messa Haris – Batam

batampos.co.id – Kalut, gelisah dan was-was. Perasaan ini bercampur aduk didalam dirinya ketika mengetahui sang suami belum juga pulang ke rumah.

Ia terus melirik ke arah jam diding di rumahnya yang hampir menunjukkan pukul 12.00 WIB. Pada Sabtu (14/8/2021), sang suami, Haris, mendapatkan jadwal untuk vaksinasi massal yang diadakan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Kepri.

Kekhawatirannya semakin menjadi saat dirinya teringat beberapa waktu lalu ada warga yang mengalami gejala demam tinggi setelah divaksin

Kegelisahannya semakin menjadi saat sang suami tidak menjawab panggilan telepon darinya.

“Saya khawatir suami saya mengalami itu (terkena gejala setelah vaksin,red),” katanya Aora, Sabtu (28/8/2021).

Namun kekhawatirannya sirna ketika suaminya tiba di rumah bertepatan dengan adzan zuhur.

Ia menjelaskan, sang suami memiliki gejala asam urat dan dirinya pernah mendapatkan kabar jika ada penyakit tersebut lebih baik menunda vaksinasi.

Karena ketakutan itu pula, suaminya sudah beberapa kali menunda untuk divaksin. Padahal lanjutnya organisasi dan kantor tempat suaminya bekerja sudah mendaftarkan suami untuk divaksin.

Ilustrasi. Warga Kota Batam mendapatkan vaksinasi Covid-19. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

“Mungkin ada empat kali suami saya menunda untuk divaksin. Tapi kemarin dia yakin dan merasa badannya sehat. Jadi dia mendaftarkan diri untuk divaksin,” tuturnya.

Meski begitu lanjutnya, ia tetap merasa khawatir dengan pasangannya tersebut. Namun setelah melihat kondisi sang suami yang terlihat fit meski telah divaksin, dirinya juga memantapkan diri untuk disuntikan vaksin Covid-19.

“Kemarin itu masih agak ragu karena banyak kejadian setelah divaksin. Ada yang demam, terus ada yang positif dan lain-lain. Itu membuat saya was-was. Tapi setelah melihat suami saya masih fit sampai sekarang, saya jadi yakin untuk divaksin,” katanya.

Wanita berjilbab tersebut semakin yakin untuk divaksin karena sang suami memberikan penjelasan yang cukup detail mengenai efek samping setelah divaksin.

Sang suami juga menjelaskan saat selesai divaksin, akan diminta untuk tetap berada di sekitar lokasi sekitar 30 menit. Sehingga apabila ada gejala bisa langsung ditangani tim medis.

Selain itu kata dia, sang suami juga sempat membaca dan memperlihatkan foto spanduk di lokasi vaksinasi terkait obat yang dikonsumsi apabila ada gejala setelah divaksin.

“Katanya kalau demam obatnya sanmol atau paracetamol. Kalau mual atau muntah merk obatnya domperidon. Jadi saya agak lebih tenang,” ujarnya.

Saat ini dirinya juga sedang mencari informasi terkait vaksinasi untuk mendaftarkan diri sebagai salah satu peserta.

“Kalau dulu saya ragukan untuk divaksin. Sekarang ini saya justru menunggu waktu untuk divaksin,” ujarnya sembari tersenyum.

Ara berharap setelah divaksin, dirinya tidak merasakan efek samping apapun seperti sang suami.

“Ya mudah-mudahan aman. Kemungkinan besar September nanti saya daftar vaksin,” katanya.

3 Kecamatan Bebas Dari Kasus Covid-19

Sementara itu, jumlah Kasus Covid-19 di Kota Batam terus mengalami penurunan. Hingga Minggu (29/8/2021) tersisa 269 pasien.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, zona hijau atau nol kasus Covid-19 bertambah satu yaitu Kecamatan Batu Ampar.

Sebelumnya kata dia, yang sudah masuk zona hijau adalah Kecamatan Bulang dan Galang.

Ia menjelaskan, saat ini Kecamatan Belakang Padang dan Nongsa masih zona kuning. Selebihnya, masih zona merah.

“Jika berdasarkan sebaran kasus di masing-masing kelurahan, hanya Kelurahan Belian yang masih zona merah,” tuturnya.

Ia meminta masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Ia mengungkapkan, penanganan Covid-19 di Batam tak lepas dari kerja keras semua pihak. Termasuk tenaga kesehatan, tenaga keamanan, hingga seluruh masyarakat Kota Batam.

“Kita berharap kasus Covid-19 di Batam segera berakhir,” katanya.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, hingga 29 Agustus 2021, jumlah pasien di Batam sebanyak 25.457 orang.

Dari total itu, 24.384 orang sudah dinyatakan sembuh, 804 orang meninggal dunia, dan tersisa 269 pasien masih dirawat.

“Tingkat kesembuhan 95,7 persen. Meski banyak yang sudah sembuh, protokol kesehatan jangan sampai kendur,” katanya.

Batam Gesa Vaksinasi Covid-19

Kota Batam juga terus mengesa vaksinasi Covid-19. Bahkan pada Jumat (27/8/2021), ribuan warga Batam divaksinasi dengan menggunakan vaksin moderna.

Kegiatan tersebut digelar oleh PSMTI Kota Batam di Vihara Maitreya, Batam Center. Vaksin Moderna dosis pertama ini diberikan kepada warga yang belum pernah menerima vaksin.

Ketua PSMTI Batam, Randy Tan, mengatakan, pihaknya ingin membantu bantu Pemko Batam untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

“Ini merupakan bantuan sosial dari warga Tionghoa. Semoga Batam bisa segera mendapatkan herd immunity,” ujarnya.

PSMTI Batam mendapatkan jatah sebanyak 429 vial vaksin dari Pemerintah Provinsi Kepri, dan menargetkan 6.006 warga Batam yang dapat divaksin.

Wakil Ketua Harian Tim Gugus Covid-19 Kepri, Tjetjep Yudiana, menuturkan, kuota vaksin Moderna langsung diberikan kepada pihak penyelenggara.

Ia menargetkan 35 ribu masyarakat Batam menerima vaksin Moderna.

Namun demikian, Tjetjep juga mengingatkan mengenai efek samping vaksin Moderna, yang lebih dari dua vaksin sebelumya Sinovac dan AstraZeneca.

Penerima akan mengalami gejala demam dan sakit kepala, maksimal selama dua hari setelah menerima suntikan.

”Semua jenis vaksin memiliki side effect masing-masing. Jadi, tidak perlu takut, ini yang harus diketahui dulu oleh masyarakat kita,” tegasnya.

Polda dan Apindo Kepri juga menggelar vaksinasi untuk umum dan remaja.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt, mengatakan, program vaksinasi gratis ini direncanakan akan digelar selama 3 hari.

“Kegiatan ini akan dimulai tanggal 31 Agustus hingga 2 September 2021,” ujarnya, Senin (30/8/2021).

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang belum mendapatkan vaksin untuk segera mendaftarkan diri di Link apindokepri.org/polda.

“Atau bisa juga mendapatkan link tersebut di Nomor WhatsApp 081365216611. Setelah mendaftarkan diri undangan akan diberikan pada laman tersebut setelah pengisian data,″ paparnya.

Ia menjelaskan, untuk persyaratan sama seperti sebagaimana pelaksanaan vaksinasi yang dilaksanakan sebelumnya.

Peserta cukup membawa fotokopi KTP.

“Vaksin yang disiapkan adalah vaksin Sinovac dengan target 7.000 per harinya. Namun angka ini dapat berubah tergantung dari animo masyarakat yang akan mengikuti vaksinasi,″ jelasnya.(*)