batampos.co.id – Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam, Tumbur M Sihaloho, meminta Pemko Batam segera menyelesaikan pendataan jumlah anak yang menjadi yatim atau yatim piatu akibat Covid-19.

Sebab, anak-anak yang kehilangan orang tuanya itu harus mendapatkan perhatian serius oleh pemerintah.

”Ini harus secepatnya diselesaikan. Karena, kejadian ini tentunya menjadi luka yang mendalam bagi anak-anak ini setelah kehilangan orang tuanya,” kata Tumbur, kemarin.

Ia melanjutkan, Pemko Batam harus secepatnya membahas permasalahan ini dalam memberikan bantuan kepada anak tersebut.

Baik itu bantuan beasiswa hingga bantuan pendampingan psikologis. Pendampingan psikologis ini dilakukan agar anak yang kehilangan ayah, ibu, atau kedua orang tuanya akibat pandemi Covid-19, tidak mengalami trauma berat.

Untuk anggaran, kata Tumbur, Pemko Batam bisa mengalokasikan anggaran yang ada saat ini untuk memberikan bantuan kepada anak yang kehilangan orangtuanya itu dengan mengacu Surat Edaran (SE) Kemendagri Nomor 27 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyusunan APBD Perubahan.

Dalam edaran itu, APBD-P dikhusukan untuk penanganan Covid-19 hingga dampak dari Covid-19.

”Jadi dalam kasus anak yang kehilangan orangtua ini, bisa masuk dalam dampak dari Covid-19,” katanya.

Ia menambahkan, dalam pendataan ini tentunya harus dengan data yang yang akurat.

Dimana, dinas terkait bisa berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan yang mempunyai data orang yang meninggal akibat Covid-19.

”Ini harus menjadi suatu kebijakan dari Wali Kota Batam untuk mengambil jalan yang bijaksana dalam penanganan anak yatim ini,” imbuhnya.