batampos.co.id – Bandara Hang Nadim Batam mulai menerapkan sistem kode batang atau barcode untuk masuk ke terminal keberangkatan.

Sistem ini berafiliasi dengan aplikasi PeduliLindungi. Dengan sistem itu, masyarakat yang sudah vaksin dan hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) sudah terdata di aplikasi tersebut.

”Masyarakat harus instal terlebih dahulu aplikasi PeduliLindungi,” kata General Manajer Logistik dan Aerocity Bandara Hang Nadim, Benny Syahroni, Senin (31/8/2021).

Cara menggunakan aplikasi ini sangat mudah dioperasikan. Saat calon penumpang sudah tiba di terminal, akan ada tim verifikasi dari Kantor Kesehatan Pelabuhan kelas I Batam.

Ilustrasi. Petugas KKP Kelas I Kota Batam saat memeriksa surat rapid test antigen dan PCR test para penumpang yang akan berangkat dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

”Pertama-tama masyarakat membuka dulu aplikasi PeduliLindungi, setelah itu menunjukan barcode sertifikat vaksin dan dokumen PCR,” ungkap Benny.

Nantinya, petugas KKP akan menanyakan tujuan penerbangan dan nomor penerbangan.

Setelah nomor penerbangan dan tujuan penerbangan di-input, petugas akan memindai barcode yang ada di aplikasi PeduliLindungi calon penumpang.

Apabila dokumen PCR yang diunggah negatif Covid-19, maka di komputer petugas KKP akan muncul kalimat layak terbang dan vaksin penumpang dosis ke berapa.

”Jika yang muncul kalimat tidak layak, akan dilakukan pemeriksaan manual. Apakah dokumen PCR dimiliki masyarakat memang negatif atau sudah kedaluwarsa,” ujar Benny.

Benny mengaku, seharusnya program tersebut dimulai sejak 28 Agustus lalu. Karena ada kendala, sehingga molor.

”Kemarin baru dapat ID dan password-nya dari Kemenkes. Setelah di-instal, baru hari ini diuji coba. Sejauh ini sistemnya berjalan lancar. Saya harap, sistem ini membantu masyarakat,” tuturnya.

Saat ditanyakan, bagaimana dengan calon penumpang yang tidak memiliki smartphone? Benny mengatakan, calon penumpang masih bisa menggunakan sistem manual.

”Yah bisa perlihatkan kertas negatif Covid-19 dan setifikat vaksinnya,” pungkasnya.(jpg)