batampos.co.id – Pembangunan resort di Pulau Nirup, Belakangpadang, diharapkan menjadi momentum baru untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata di Pulau Belakangpadang, Batam.

Dilansir Harian Batam Pos, pemilik resort yang ada di Pulau Nirup dikabarkan merupakan pemilik Harbour Bay, yakni Hartono. Rencananya, wisatawan dari Singapura yang ingin ke Pulau Nirup, umumnya naik kapal yacht. Baru setelah itu, menjalani pemeriksaan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Sekupang, kemudian baru ke Nirup.

Pulau Nirup juga telah dilengkapi Kantor Imigrasi Kelas II yang menyediakan layanan Customs, Immigration, Quarantine and Port (CIQP). ”Kami juga telah merevitalisasi Pelabuhan Sekanak, sebagai pelabuhan menuju Nirup. Rencananya, akan ada paket pariwisata berkeliling Belakangpadang. Karena kan tidak mungkin hanya berdiam di pulau. Di sini ada tiga jenis wisata yang menarik, yakni; wisata kuliner, wisata budaya, dan wisata sejarah,” ungkap Camat Belakangpadang, Yudi Admajianto, dilansir dari Batam Pos, Kamis (2/9).

MAKET masterplan pengembangan Pulau Nirup, Belakangpadang. Pulau Nirup yang berjarak hanya sekitar 8 mil laut dengan Singapura, dilengkapi berbagai fasilitas mulai hotel mewah, vila air, pusat makanan laut, dan olahraga air. (FOTO: NIRUPISLAND.COM)

Yudi mengatakan, ia sudah berkomunikasi dengan pihak pengelola, agar ikut mempekerjakan warga setempat. ”Pulau tersebut (Pulau Nirup, red) kabarnya akan segera beroperasi tahun depan. Saya sudah minta agar warga setempat juga bisa ikut kerja di sana. Di Belakangpadang sendiri, jalan-jalan sudah mulai dilebarkan untuk mendukung pengembangan pariwisata di sini,” kata Yudi, Selasa (31/8).

Jalan yang tengah dalam proses untuk dilebarkan berlokasi di Pasar Belakangpadang. Menurut Yudi, jalan tersebut dilebarkan dan diperbaiki drainasenya. Anggarannya sekitar Rp 1 miliar.

Selain itu, untuk menjaga kebersihan Pulau Penawar Rindu tersebut, Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) juga tengah dibangun. TPST ini menggunakan anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR). Revitalisasi TPST Belakangpadang diharapkan mampu memotivasi masyarakat agar tidak lagi membuang limbah di laut yang dapat mencemari perairan setempat.

Revitalisasi TPST ini juga dapat membuat Belakangpadang yang berseberangan dengan Singapura lebih bersih, mengingat daerah itu merupakan daerah pariwisata yang kerap dikunjungi pelancong dari dalam dan luar negeri.

Pulau Nirup berjarak cukup dekat dengan Singapura (8 mil laut) dan Batam. Akomodasi dan fasilitas yang terletak di pulau tersebut adalah hotel mewah dan vila air yang dikelola Accor Hotels. Kemudian pusat makanan laut dan berbagai atraksi lainnya seperti fasilitas olahraga laut, dan fasilitas spa dan sebagainya. Di dalam pulau juga terdapat pelabuhan yang dikelola oleh ONE°15 Singapura.

Pembangunan terpadu akan berada di area seluas 47.100 meter persegi dan menampilkan clubhouse untuk menunjang gaya hidup dengan fasilitas perhotelan dan rekreasi. ONE°15 Marina Nirup Island akan menyediakan layanan Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, dan Pelabuhan (CIQP) untuk kenyamanan para pengunjung yang keluar masuk Indonesia. (*/jpg)