batampos.co.id – Singapura mengklaim cakupan vaksinasi warganya sudah mencapai 80 persen.

Akan tetapi, kasus Covid-19 harian ternyata tetap tinggi yakni di atas seratus kasus dalam sehari dan penularan terjadi secara lokal.

Jumlah itu muncul selama tujuh hari berturut-turut. Klaster paling baru adalah terjadi di depot bus.

Singapura terus memberanikan diri menganggap Covid-19 sebagai endemik untuk terus membuka kembali perekonomian.

Namun, Singapura melaporkan 147 kasus baru pada Senin (30/8) dan Selasa (31/8) sebanyak 177 kasus yang ditularkan secara lokal menurut data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan.

Jumlah itu menambah peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Klaster Covid-19 telah ditemukan di 8 terminal bus lokal, dengan total 229 kasus, menurut data Kementerian Kesehatan yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dalam pidatonya mengatakan tidak mungkin lagi mengurangi kasus Covid-19 menjadi nol, bahkan jika negara itu terkunci untuk waktu yang lama.

Ia menambahkan bahwa negara itu akan dibuka kembali dengan hati-hati dan progresif.

Lee mengatakan meski kasus telah meningkat dalam beberapa hari terakhir, namun jumlah kasus sakit parah tetap rendah.

“Penting untuk mempertahankan ini, sehingga kami dapat terus melonggarkan, dan terutama untuk menghubungkan kembali Singapura dengan seluruh dunia,” katanya.

Menurut data Kementerian Kesehatan Singapura, ada 19 orang yang sakit parah yang membutuhkan suplementasi oksigen, sedangkan lima kasus dalam kondisi kritis.

Sebagian besar dari 441 kasus di rumah sakit daerah adalah pasien dalam kondisi stabil dan dalam pengawasan.

Sekitar 80 persen populasi Singapura divaksinasi lengkap, proporsi tertinggi dari negara mana pun dengan lebih dari 1 juta orang menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Ada bukti bahwa tingkat vaksinasi massal mengurangi beban di rumah sakit.

Meski yang tidak divaksinasi sepenuhnya hanya mewakili 17 persen dari populasi, mereka menyumbang lebih dari setengah kasus serius di negara itu.

Lebih dari 9 persen orang yang tidak divaksinasi yang tertular Covid-19 di Singapura selama sebulan terakhir mengalami sakit yang parah.

Mereka membutuhkan oksigen, perawatan intensif, atau meninggal. Vaksinasi membantu membatasi kemungkinan terinfeksi, dan bagi mereka yang melakukannya, tingkat keparahan turun menjadi hanya 1,3 persen.

Selain Pfizer, Moderna, dan Sinovac, Singapura minggu ini meluncurkan vaksin Covid-19 lainnya.

Straits Times melaporkan, dengan penyedia layanan kesehatan swasta melihat permintaan yang tinggi untuk suntikan dari pembuat vaksin dari Tiongkok yakni Sinopharm.

Vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna adalah vaksin utama di Singapura dan mencakup hampir 8,7 juta dosis yang diberikan di Singapura.

Vaksin yang disetujui di bawah daftar penggunaan darurat Organ-
isasi Kesehatan Dunia (WHO) seperti Sinovac, dan sekarang
Sinopharm, tersedia di bawah

rute akses khusus melalui pe-
nyedia layanan medis swasta

seperti klinik.