batampos.co.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Sani Karimun sudah bisa melayani polymerase chain reaction (PCR) untuk masyarakat umum, mulai Rabu (1/9). Sebelumnya, PCR di rumah sakit ini hanya bisa dioperasikan untuk keperluan internal.

Ini dilakukan setelah izin operasi mesin swab PCR yang ada di RSUD M Sani sudah terbit dari Kementerian Kesehatan. ”Dengan adanya izin tersebut kita sudah bisa melayani untuk umum jika ada permintaan. Biasanya digunakan untuk bepergian atau untuk mengetahui secara pasti apakah terpapar Covid-19 atau tidak,” ujar Plt Direktur RSUD M Sani, dr Rosdiana Lazuardi Kamis (2/9).

Untuk satu kali swab PCR, katanya, sesuai dengan ketentuan yang berlaku ditetapkan tarif atau biayanya sebesar Rp 500 ribu. Pelayanan swab PCR ini bisa dilakukan setiap hari. Tidak hanya hari kerja, tapi hari libur tetap melayani. Mulai pukul 07.30 WIB sampai dengan pukul 14.30 WIB.

Sedangkan, untuk pengambilan hasil swab PCR juga setiap hari. Hanya saja, waktu pengambilan hasil ditentukan pagi dan sore. Untuk pagi mulai pukul 07.30 wib sampai pukul 08.40 WIB. Dan sore hari mulai pukul 14.00 wib sampai dengan pukul 14.30 WIB.

Selain itu, RSUD juga melayani antigen dengan tarif Rp 100 ribu untuk satu kali pelayanan. Namun, pelayanannya hanya pada hari kerja saja. Yakni, Senin sampai dengan Jumat. Dimulai pukul 07.30 WIB sampai pukul 14.30 WIB. Kecuali Jumat hanya sampai pukul 13.30 WIB.

”Kita berharap dengan sudah bisa mesin swab PCR untuk umum, maka akan lebih cepat mendapatkan hasil yang lebih akurat terkait Covid-19,” paparnya.

Menyinggung tentang kondisi bed occupancy rate (BOR) untuk pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD M Sani, Rosdiana menyebutkan, untuk BOR sudah semakin baik dibandingkan awal bulan lalu.

”Sampai dengan hari ini BOR yang terpakai hanya 12 persen dari jumlah total tempat tidur yang tersedia. Mudah-mudahan kondisi akan terus membaik dan penyebaran akan terus menurun. Tentunya, tetap menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya. (*/jpg)