batampos.co.id – Pemko Batam menunda pelaksanaan belajar tatap muka di sekolah meskipun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Batam sudah dinyatakan turun ke level 3.

Meski ada pelonggaran aturan, termasuk dibolehkannya belajar tatap muka secara terbatas, namun Pemko Batam belum menerapkannya karena alasan vaksinasi belum merata sehingga peserta didik rawan tertular Covid-19.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Aman, mengatakan, sekolah tidak bisa melakukan proses pembelajaran tatap muka tanpa melalui proses verifikasi dan izin dari Dinas Pendidikan (Disdik).

Sehingga, ia meminta kepada seluruh sekolah menunda pembelajaran tatap muka.

”Apalagi TK (Taman Kanak-kanak), itu sangat riskan ketika pemerintah belum membolehkan atau mengizinkan. Saya pikir Disdik harus tegas untuk memberikan arahan, dan kalau bisa juga sanksi secara tertulis kepada sekolah yang nekat melaksanakan proses belajar mengajar itu,” kata Aman, kemarin.

Ilustrasi. Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad saat meninjau sistem belajar tatap muka di salah satu sekolah di Kecamatan Belakang Padang beberapa waktu lalu. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

Ia melanjutkan, jika Disdik mengetahui adanya sekolah yang sudah mulai memberlakukan pembelajaran tatap muka tanpa izin dari Disdik, maka seharusnya diberikan sanksi.

Aman juga mengingatkan, jangan sampai Disdik lalai dan membiarkan adanya sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka tanpa seizin mereka.

”Pertimbangkan risiko kesehatan masyarakat yang lebih diutamakan. Kalau pertimbangannya untuk mempertahankan murid, seharusnya semuanya masuk sekolah,” tegasnya.

Pencapaian vaksinasi dosis kedua belum mencapai 70 persen untuk mencapai kekebalan komunal (herd immunity). Sehingga, sebelum capaian vaksinasi 70 persen itu terpenuhi, pembelajaran
secara daring masih menjadi solusi terbaik dalam masa
pandemi Covid-19 saat ini.

”Ukurannya itu dulu. Pemerintah pusat sudah menurunkan bantuan kuota untuk belajar, yang kedua herd immunity. Kalau itu sudah terlaksana, silakan,” kata Politikus PKB itu.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam tidak mau terburu-buru membuka belajar tatap muka meskipun jumlah kasus di Batam mulai melandai.

Faktor belum sempurnanya capaian vaksinasi, menjadi alasan penundaan.

”Banyak memang desakan orangtua agar anak-anak mereka segera kembali ke sekolah. Sebab, keluhan tidak maksimalnya pembelajaran online dinilai menjadi dorongan agar sekolah tatap muka segera dibuka,” kata Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan, Rabu (25/8/2021).

Penundaan belajar tatap muka ini berlaku bagi semua jenjang pendidikan.

”Memang Inmendagri (Instruksi Menteri Dalam Negeri) memperbolehkan, namun pimpinan daerah boleh mengambil kebijakan untuk menjaga anak didik ini dari paparan Covid-19,” sebutnya.(jpg)