batampos.co.id – Pulau Nipa yang berlokasi di perbatasan internasional ternyata memiliki status sebagai Pusat Logistik Berikat (PLB).

Penyelenggaranya adalah PT Asinusa Putera Sekawan. Potensinya sangat besar dan bisa dimanfaatkan untuk bisnis semodel Floating Storage Unit (FSU) dan Ship to Ship (STS).

Fakta tersebut terungkap saat Bea Cukai (BC) Batam berkunjung ke Pulau Nipa, Jumat (3/9/2021) lalu.

Agenda dari kunjungan BC Batam untuk melakukan Customs Visit Customer (CVC) dan melakukan sosialisasi pembangunan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Prajurit TNI rehat di pinggiran dermaga Pulau Nipah, Kota Batam
Foto: Ahmadi / batampos.co.id

Pulau Nipa dipilih untuk dikunjungi karena melihat peluang bisnis yang bagus.

Pulau Nipa termasuk salah satu pulau terluar dari 12 pulau yang perlu mendapat perhatian khusus karena letaknya sangat dekat dengan Singapura.

Pulau Nipa juga terletak di alur pelayaran lalu lintas internasional. Secara regional, Pulau Nipa berada di peta kerja sama kawasan Indonesia–Malaysia–Singapore Growth Triangle (IMS-GT).

Posisi ini membuat kawasan Pulau Nipa dapat menempati posisi strategis dalam lalu lintas barang dan jasa antarnegara, terutama dengan negara ASEAN lainnya.

”Pulau Nipa memang memiliki peluang bisnis yang bagus, baik dari sisi swasta maupun dari sisi pemerintah. Ke depannya, Pulau Nipa ini akan menjadi area konsesi dimana terdapat beberapa
proses bisnis seperti Floating Storage Unit (FSU) dan Ship to Ship (STS),” ujar Kepala BC Batam, Ambang Priyonggo, Minggu (5/9/2021).

Sebagai bentuk dari dukungan Bea dan Cukai Batam atas pengembangan ekonomi di Pulau Nipa, BC Batam memberikan asistensi terkait pengaktifan kembali kawasan PLB dan status penyelenggaraan PLB.

PT Asinusa Putera Sekawan tengah bersiap diri untuk berperan aktif dalam kegiatan FSU dan STS.

”Ini merupakan dukungan serius BC Batam untuk mendorong perekonomian negeri. Pemanfaatan potensi kemaritiman yang dimiliki negara secara optimal akan memberikan dampak positif bagi Indonesia,” jelasnya.(jpg)