batampos.co.id – Masyarakat Indonesia khususnya warga Kota Batam diminta untuk terus waspada dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat saat beraktivitas.
Hal tersebut dikarenakan Covid-19 diprediksi akan terjadi hingga empat gelombang.
Hal ini diungkapkan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, saat pengukuhan ketua dan Pengurus Pikori BP Batam, Selasa (7/9/2021).
“Saat ini Covid-19 gelombang kedua sudah mulai berakhir, gelombang ketiga dan keempat diprediksi akan hadir. Kalau hasil survei dari luar, bahwa Covid-19 ada empat gelombang dan mungkin gelombang keempat itulah yang terakhir,” ujarnya.
Ia mengatakan, Covid-19 gelombang satu begitu parah dan gelombang kedua jauh lebih parah. Namun semuannya sudah dilalui.
“Ini akan masuk gelombang ketiga. Apa yang akan terjadi pada gelombang ketiga ini. Jawabannya ada pada kita masing-masing. Bukan pada saya sebagai Ketua Gugus Tugas Covid-19. Tapi ada pada diri kita masing-masing,” katanya.
Ia mengatakan, apabila masyarakat Kota Batam bisa memproteksi diri sendiri, maka gelombang ketiga tidak akan ada apa-apanya.
“Tapi apabila kita tidak memproteksi diri, maka gelombang ketiga akan menjatuhkan kita semuanya. Maka saya titip kepada bapak-ibu sekalian, mari kita jadi seorang guru untuk mengedukasi rakyat Kota Batam khususnya di mana bapak-ibu tinggal,” ujarnya.
Kata dia, apabila kasus Covid-19 sudah dapat dikendalikan seperti sekarang ini, maka apa yang sudah dilakukan akan memberikan hasil terbaik. Serta pertumbuhan ekonomi akan kembali tumbuh.
“Kita (kasus Covid-19,red) sudah di bawah 10 persen dan se-Kepri yang terbaik adalah Kota Batam dalam penanganan Covid-19 ini. Kita hanya sekitar 1,8 persen yang lain sekitar 5 sampai 6 persen. Artinya kerja ini adalah kerja kita semua,” tuturnya.
Wali Kota mengatakan, apabila Covid-19 tidak selesai, maka apapun yang sudah dilakukan tidak akan membawa dampak positif yang terlampau besar.
Tetapi jika Covid-19 hilang, ia yakin proses yang sudah dijalani saat ini akan lebih baik lagi.
“Saya titip kepada bapak-ibu semua, meski vaksin kita sudah 75 persen, tapi ini belum bisa memuaskan kita semua. Karena itu baru dosis satu. Dosis kedua masih menunggu, meskipun sudah hampir 30 persen,” jelasnya.(esa)
