Senin, 26 Januari 2026

Kepercayaan Asing Meningkat, Dana Rp 11,63 Triliun Masuk Pasar Indonesia

Berita Terkait

batampos.co.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) bakal melanjutkan tren positif pekan ini. Itu seiring naiknya tingkat kepercayaan investor asing terhadap pasar keuangan Indonesia. Sementara itu, untuk sentimen global, data nonfarm payrolls Amerika Serikat (AS) yang mengecewakan diperkirakan menunda pengumuman tapering bank The Federal Reserve (The Fed).

“IHSG secara mingguan berpotensi menguat dengan support di level 6.022 sampai 5.938 dan resistance di level 6.169 hingga 6.263. Namun, ada peluang melemah pada Senin (hari ini, Red),” kata Direktur Ekuator Swarna Investama Hans Kwee kepada Jawa Pos kemarin.

Dengan menurunnya kasus harian Covid-19 di dalam negeri, data Bank Indonesia (BI) menunjukkan ada aliran dana asing yang masuk ke Indonesia pada pekan pertama September 2021 sebesar Rp 11,63 triliun. Uang masuk melalui pasar surat berharga negara (SBN) senilai Rp 10,57 triliun dan melalui pasar saham Rp 1,06 triliun.

Selain itu, pelaku pasar merespons positif klaim pemerintah yang sudah memenuhi target penyuntikan 100 juta dosis vaksin Covid-19 pada akhir bulan lalu. Angka tersebut juga didukung penurunan kasus harian dan pelonggaran pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) ke level 2 dan 3.

“Vaksinasi merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam upaya menurunkan laju persebaran Covid-19. Kabar baiknya, kasus (Covid-19) di Indonesia turun. Tentu ini merupakan hal yang positif bagi pasar saham Indonesia,” jelas Hans.

Dari sentimen global, data nonfarm payrolls USA mengecewakan. Hanya mampu naik 235.000 di periode Agustus. Padahal, survei Dow Jones dan Reuters terhadap para ekonom memperkirakan terjadi kenaikan 720.000 dan 750.000. Laporan tersebut menandai perlambatan yang sangat signifikan bila dibandingkan periode Juli yang mencapai 1,053 juta.

“Laporan nonfarm payrolls yang mengecewakan ini dapat mengubah ekspektasi tentang jadwal The Fed. Potensi tertundanya pelaksanaan tapering The Fed berpotensi menjadi sentimen positif bagi pasar saham negara berkembang, termasuk Indonesia,” terangnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Aulia Noviana Utami Putri menyatakan, investor asing pada Jumat (3/9) mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 208,90 miliar. “Sehingga, sepanjang tahun ini investor asing mencatatkan beli bersih Rp 22,329 triliun,” ujarnya.(jpg)

Update