batampos.co.id – Aplikasi Pendaftaran AntreanPaspor Online (APAPO) sudah bisa kembali digunakan masyarakat setelah sebelumnnya mengalami perbaikan sistem.

Masyarakat yang butuh pelayanan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, sudah bisa mengambil antrean di APAPO.

”Sekarang pelayanan paspor melalui APAPO sudah bisa dibuka kembali. Jadi, silakan dimanfaatkan untuk keperluan layanan paspor,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Tessa Harumdila, kemarin.

Aplikasi APAPO bisa diunduh di Google Play Store dengan kata kunci ’Layanan Paspor Online’ bagi pengguna Android maupun di App Store bagi pengguna IOS. Setelah mengunduh, pemohon bisa langsung mengisi data dan menentukan jadwal datang ke Kantor Imigrasi.

”Di situ selalu dibuka kuota sejak Jumat siang untuk satu minggu ke depan. Jadi, APAPO itu dari Jumat daftar, bisa milih datang hari Senin, Selasa sampai Jumat. Jadi bisa milih sendiri hari apa kita mau datang,” katanya.

Setelah mendaftarkan diri ke APAPO, pemohon akan mendapatkan kode berupa barcode yang akan dibawa ke petugas Imigrasi untuk dipindai.

Data itu sudah langsung terintegrasi ke sistem yang ada di Kantor Imigrasi. Saat datang, pemohon akan tetap membawa berkas, mengikuti alurpembuatan paspor mulai dari entri data hingga melakukan pembayaran.

Pemohon sudah bisa mengambil paspor setelah tiga sampai empat hari setelah melakukan pembayaran. Untuk dokumen yang dibawa adalah: e-KTP, Kartu Keluarga, dan Akta Kelahiran.

Jika tidak ada Akta Kelahiran, bisa diganti dengan ijazah maupun dengan buku nikah.

”Kalau yang penggantian paspor, selama tidak ada ada perbedaan data, itu cukup bawa paspor lama sama KTP saja. Jadi, semua paspor itu walaupun sudah mati dua tahun yang lalu, tetap posisinya pada penggantian. Tetap masih bisa diperpanjang, jadi sistemnya bukan baru tetap penggantian,” jelasnya.

Ia menambahkan, antrean permohonan paspor baru dan perpanjangan itu sudah mulai diluncurkan sejak 2019 lalu dan kemudian antrean via WhatsApp sudah ditutup sejak Januari 2020.

”Karena memang masing-masing kantor Imigrasi itu punya sistemnya masing-masing. Jadi sejak 2019 itu, semua sudah terintegrasi terpusat. Jadi semua kantor
Imigrasi pakai antrean online APAPO itu,” imbuhnya.(jpg)