batampos.co.id – Wakil Ketua Komisi XI Achmad Hatari mengatakan, pihaknya sudah memutuskan untuk menggelar uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test kepada calon anggota Badan Pemeriksaan (BPK) pada Rabu (7/9).

Hal ini dikatakan Hatari setelah sebelumnya fit and proper test terhadap 14 calon anggota BPK ditunda pelaksanaanya karena adanya rapat paripurna DPR.

“Ya besok Rabu jam 10.00 WIB. Fix,” ujar Hatari saat dikonfirmasi, Selasa (7/9).

Legislator Partai Nasdem ini menuturkan, fit and proper test yang digelar Komisi XI DPR bakal dilakukan tertutup untuk umum dan media. “Jadi akan dilakukam tertutup,” katanya.

Sebelumnya MA juga telah mengirimkan fatwanya ke DPR terkait proses seleksi calon anggota BPK. Dirinya mengatakan komisi XI DPR mencermati dan memperhatikan fatwa tersebut dengan baik. Termasuk adanya aspirasi dari masyarakat yang meminta agar kedua kandidat tersebut dianulir.

Untuk diketahui berdasarkan BPK dalam Pasal 13 Huruf J Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksaan Keuangan, untuk dapat dipilih sebagai anggota BPK, salah satu syaratnya calon anggota BPK harus paling singkat telah dua tahun meninggalkan jabatan sebagai pejabat di lingkungan pengelola keuangan negara.

Sementara itu berdasarkan materi hasil kajian Badan Keahlian DPR RI dijelaskan bahwa Nyoman Adhi Suryadnyana pada 3 Oktober 2017 sampai 20 Desember 2019 masih menjabat sebagai Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Manado (Kepala Satker Eselon III).

Sedangkan Harry Z. Soeratin pada Juli 2020 lalu dilantik oleh Menteri Keuangan sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), Kementerian Keuangan (Kemenkeu).(jpg)