batampos.co.id – Ketua Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Batam, Muhammad Rudi, mengingatkan semua pihak
agar mewaspadai datangnya gelombang ketiga Covid-19.

Potensi itu makin besar jika masyarakat kembali abai dan lalai terhadap penerapan protokol kesehatan (protkes).

”Meskipun sudah ada pelonggaran (aktivitas), tapi jangan sampai abai protokol kesehatan. Karena berkaca dari kasus di negara lain, saat kasus mulai landai, jangan bereuforia. Tetap harus konsisten jaga protkes,” kata Rudi, Selasa (7/9/2021).

Terkait penetapan Batam sebagai wilayah yang harus kembali menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 meskipun jumlah kasus Covid-19 terus melandai dan angka kematian turun, Rudi mengungkapkan bahwa penentuan level tergantung dari keputusan pusat.

Pihaknya bersama pemangku kepentingan sudah berupaya mengirimkan data sesuai kondisi saat ini.

”Kalau masih lanjut level tiga ya dikerjakan saja. Aturan jelas dan semua diatur, termasuk waktu makan yang 60 menit, hingga kapasitas mal yang mencapai 50 persen,” ujarnya.

Pemerintah membantu masyarakat melalui vaksinasi yang akan terus digelar untuk mencapai target 100 persen warga sukses divaksin.

Informasi terbaru, Singapura berencana akan membantu vaksin Astrazeneca untuk Batam.

Namun, berapa jumlah yang akan dibantu Singapura belum
tahu.

”Saya dihubungi Menteri Luar Negeri Singapura, mereka akan membantu kita dengan vaksin AstraZeneca. Mereka (Singapura) saja membantu kita, apalagi kita untuk diri sendiri (harus lebih meningkatkan upaya terhindar dari Covid-19),” bebernya.

Melihat kondisi negara asing yang masuk gelombang tiga Covid-19, Batam wajib waspada.

Sebagai daerah yang diprioritaskan untuk menyambut kedatangan wisatawan mancanegara, pihaknya mengingatkan dan menjaga diri, agar kondisi saat ini cepat pulih.

”Jangan lah sampai terjadi yang gelombang tiga. Kalau bisa tahun ini kita bersama-sama keluar dari pandemi Covid-19 ini,” harapnya.

Kasus Covid-19 yang masih dalam perawatan tinggal 165 orang.

”Batam sudah meninggalkan gelombang dua Covid-19. Tapi perkiraan, akan hadir gelombang 3 dan gelombang 4 seperti yang terjadi di negara-negara Eropa. Untuk itu, ayo jaga protkes, agar
kasus bisa ditekan,” katanya.

Ia meminta warga memproteksi diri, dan mengedukasi keluarga serta orang terdekat untuk menjaga kesehatan, dan melindungi diri dari paparan Covid-19.

Melihat gelombang kasus pertama dan kedua ada peningkatan penyebaran, hal ini disebabkan adanya varian baru yang lebih sulit dikendalikan.

”Sekarang sudah ada virus baru ditemukan, meskipun tidak secepat varian delta penyebarannya, Batam wajib waspada, kalau bisa jangan sampai ke sini virusnya,” ucapnya.

Saat ini kasus di Batam sudah di bawah 10 persen. Penanganan Covid-19 Batam terbaik di Kepri.

”Makanya saya titip. Kalau Covid-19 tidak selesai, maka apa pun
yang dilakukan Kepala BP, wakil, deputi dan pegawai, tidak akan ada apa-apanya. Tapi kalau Covid-19 berakhir, apa yang dilakukan akan lebih baik hasilnya,” ujarnya.

Sementara terkait dengan status Batam saat ini, diakui Rudi masih level 3.

Untuk itu, diharapkan agar masyarakat membantu untuk menurunkan level Covid-19 di Batam menjadi level 2 hingga pada akhirnya nol kasus.

Dengan status Batam sebagai daerah level 3, aturan untuk kegiatan di tengah masyarakat, tetap mengikuti aturan sebelumnya.

Demikian dengan kegiatan dunia usaha, tetap memperhatikan aturan yang ditentukan.

”Aturannya sama. Kita ikut pusat. Soal di mal, masih 50 persen dan lainnya. Tadi (kemarin) malam baru saya tanda tangani,” imbuh dia.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, terkait status Batam yang tidak kunjung turun level PPKM dari 3, disebabkan karena penentuan turun level memperhatikan grafik perkembangan kasus berskala provinsi, dan bukan hanya Kota Batam.

Sehingga, hal ini membuat secara keseluruhan Kepri masih berada di level 3.

”Kalau menurut perhitungan kami, harusnya sudah turun level. Namun, Inmendagri terbaru masih menetapkan Batam level tiga,” sebutnya.

Kebijakan tetap merujuk pada aturan tersebut. Termasuk, soal kapasitas pengunjung di pusat perbelanjaan yang 50 persen.

Mereka yang masuk mal juga diminta memperlihatkan kalau sudah vaksin.

Terkait aplikasi PeduliLindungi, Amsakar, menjelaskan, tetap meminta pengelola mal untuk mempelajari Surat Edaran Wakil Wali Kota Batam Nomor 49 Tahun 2021 terkait pengendalian Covid-19.

”Kalau di bandara ada kode batang atau barcode, jadi langsung scan saja. Untuk mal juga bisa menerapkan hal yang sama. Kendati demikian, apapun itu, intinya kebijakan ini hanya ingin
memastikan pengunjung mal terlindungi dengan cara sudah mengikuti vaksin,” bebernya.

Perwako sudah ditandatangani, dan siap dikirimkan ke semua sektor termasuk pengelola mal.

Kepada pihak mal, diminta untuk mendukung langkah pemerintah dalam mengendalikan penyebaran covid-19, tanpa mengganggu pemulihan ekonomi yang tengah dibangun.

Pemerintah sepenuhnya mendukung percepatan pertumbuhan perekonomian.

Pemberlakuan ini merupakan salah satu upaya dalam memastikan mereka yang masuk ke mal ini sudah divaksin.

”Anggap saja ini jaminan, sebab kapasitas mal sudah ditambah menjadi 50 persen, waktu makan juga sudah 60 menit,” imbuhnya.

Terkait sekolah tatap muka, politikus Nasdem ini mengaku belum mengizinkan secara resmi.

Hal ini mengingat kondisi Batam masih level 3, dan dikhawatirkan ada penyebaran di kalangan pelajar.

Meskipun dalam surat Imendagri disebutkan diperbolehkan, namun pemerintah daerah diperbolehkan membuat kebijakan, demi keselamatan anak didik.

Untuk, itu ke depan diharapkan Batam bisa segera turun level, dan Kepri secara keseluruhan.

Penurunan level ini merupakan bukti, daerah berhasil menekan
angka kasus, dan tentunya ada dampak yang lebih besar jika pengendalian Covid-19 di Batam semakin membaik.

”Sekarang kita jalani saja dulu. Bagaimana level 3 ini bisa segera menjadi level 2,” tutupnya.(jpg)