batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menginstruksikan Dinas Pendidikan (Disdik) Batam untuk turun dan mengecek beberapa sekolah yang nekat menggelar belajar tatap muka.

Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemko) Batam hingga saat ini belum mengizinkan digelarnya pembelajaran tatap muka di sekolah.

Amsakar tak memungkiri, sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) memang sudah memperbolehkan sekolah tatap muka digelar terbatas.

Namun, kata dia, hal itu tetap harus mengacu kepada
Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri dalam hal ini tetap tergantung kepala daerah.

”Pak wali juga sudah mengeluarkan kebijakan untuk menunda pembelajaran tatap mu ka karena capaian vaksin (pe lajar) belum 100 persen. Jadi, harusnya kalau mau PTM, harus persetujuan pimpi nan daerah dulu,” ujar Amsakar, Rabu (8/9/2021).

Ia meminta Disdik Kota Batam melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah yang sudah melakukan proses belajar mengajar tatap muka (PTM).

Sekolah yang sudah terlanjur membuka sekolah belajar tatap muka, akan diberikan pemahaman mengenai kondisi saat ini.

”Mohon bersabar, karena kalau ada kasus (Covid-19), nanti angka penyebarannya naik lagi, dan Batam sulit
keluar dari PPKM ini. Jadi, kami minta pengertiannya
untuk hal ini,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri
Arulan, mengatakan, desakanorangtua membuat sekolah bertindak diam-diam membuka belajar tatap muka.

Sehingga, hal ini bisa menimbulkan kecemburuan kepada sekolah lainnya. Di satu sisi, belajar tatap muka masih dilarang, karena Batam masih level 3, dan sisi lainnya orangtua ingin anaknya kembali ke sekolah.

”Saat ini, secara tegas belum diperbolehkan. Karena, mengacu pada SK 4 menteri, kebijakan diserahkan kepala daerah, dan Pak Wali belum mengizinkan karena masih mengejar capaian vaksinasi 100 persen,” sebutnya.

Hendri mengungkapkan, capaian vaksin masih 66 persen, dan sekolah tatap muka bisa digelar kalau Batam berada di level 2 dan capaian vaksin mendekati angka minimal 90 persen.

Untuk itu, pihaknya akan mengeluarkan surat edaran terkait larangan untuk tatap muka saat ini.

”Perpanjangan level 3 masih sampai 20 September mendatang. Kami sangat berharap kondisi terus membaik, karena dulu kita sudah pernah buka sekolah, kami tidak akan menunda pelaksanaan kalau kondisi sudah baik,” terangnya.(jpg)