batampos.co.id – Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Kepri menyiapkan 5.000 dosis vaksin setiap harinya. Pelaksanaan vaksinasi dimulai dari Kamis (9/9/2021) hingga Minggu (12/9).
Kabidokkes Polda Kepri, Kombes dr Muhammad Haris,
mengatakan, pelaksanaan vaksinasi di Gedung Graha
Lancang Kuning Polda Kepri.
”Vaksin yang kami siapakan itu jenisnya Sinovac,” katanya, kemarin.
Vaksinasi di Polda Kepri, kata Haris, untuk pemberian
dosis kedua atau pertama. Sehingga masyarakat yang
belum pernah divaksin sama sekali, bisa datang mendaftar.
”Bagi yang sudah pernah vaksin pertama, bisa datang ke sini untuk vaksin kedua. Jika memang sudah sesuai jadwalnya,” tuturnya.
Pendaftarannya dapat dilakukan secara online. Polda
Kepri membagi program vaksinasi dalam beberapa waktu yang berbeda. Sehingga peserta dapat memilih sendiri waktu vaksinasinya.

”Ada empat waktu pelaksanaan vaksinasi. Masyarakat tinggal pilih. Mau pukul berapa sanggupnya datang ke Polda, jika siang ada bisa juga,” tuturnya.
Haris menyampaikan, bagi warga yang datang pukul 08.00 bisa mendaftar melalui laman https://forms.gle/QGfVdGLyg-kvANHVj8.
Sedangkan mereka yang bisa melakukan vaksinasi pukul 10.00, bisa mendaftar melalui https://forms.gle/z8v4uAhzLLuvR-3Mz8.
Pendataran vaksinasi pukul 11.00, bisa dilakukan di laman https://forms.gle/zVWEEAeY-CEhrERTB7.
Dan vaksinasi pukul 13.00 melalui laman https://forms.gle/3HFeH72pQYnt7JQi9.
”Bagi yang tidak memiliki smarthphone, dapat melakukan pendaftaran secara manual. Masyarakat dapat datang langsung ke Mapolda Kepri untuk mendaftar vaksinasi jadwal dan jam berapa,” jelasnya.
”Selalu mejaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan,” imbuhnya.
Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan capaian
vaksinasi di Kepri. Sehingga target 100 persen masyarakat
Kepri telah divaksinasi bisa segera dicapai.
Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang, Kolonel dr Khairul Ihsan Nasution, mengatakan, pasien Covid-19 yang ditangani di RS tersebut terus berkurang sebulan belakangan ini.
”Mulai menurun lagi, hari ini sisa 371 orang,” ujar Khairul,
kemarin.
Begitu juga dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji, pasien Covid-19 yang dirawat tinggal enam orang lagi, kemarin.
Pekan sebelumnya sempat kembali naik hingga belasan pasien.
”Turun lagi hari ini, sisa enam orang,” ujar Wadir Pelayanan Medik
RSUD Embung Fatimah, Sri Rupiati, kemarin.
Melandainya penyebaran Covid-19 ini diharapkan jadi rangsangan yang positif bagi semua pihak agar tetap memaksimalkan penerapan protkes agar wabah ini segera berakhir.
Kemudian, di lokasi karantina Rusunawa Pemko dan Badan Pengusahaan (BP) Batam di Tanjunguncang, hingga kemarin masih menampung 520 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Para PMI baru tiba dari Malaysia dan Singapura. Mereka menjalani karantina selama delapan hingga 14 hari guna memastikan
kesehatan mereka sebelum kembali ke daerah asal masing-
masing.
Sejak pandemi Covid-19 mewabah, ada tiga rusunawa yang dijadikan lokasi para PMI tersebut.
Setiap PMI yang tiba ke tanah air melalui Batam harus menjalani karantina di sana. Sudah puluhan ribu PMI yang menjalani karantina di sana.
”Yang positif juga lumayan banyak,” ujar dr Anggitha, petugas medis yang menangani kesehatan para PMI di Rusunawa, kemarin.
Persentase PMI yang positif cenderung sedikit, di angka 1 sampai 2 persen. Terakhir, dari sekitar 520 PMI, hanya tujuh orang yang terkonformasi positif.
PMI yang positif Covid-19 harus menjalani perawatan medis hingga sembuh di RSKI Galang.
”Mereka semua harus melalui dua kali swab agar hasilnya benar-
benar akurat,” ujarnya.(jpg)
