Selasa, 17 Februari 2026

Angka Stunting di Provinsi Kepri Nomor Dua Terendah se-Indonesia

Berita Terkait

batampos.co.id – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencatat angka stunting di Provinsi Kepri nomor dua terendah se-Indonesia.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepri, Mediheryanto, mengatakan, pada 2019 angka stunting di Provinsi Kepri sekitar 16,82 persen.

“Jadi kita termasuk rendah. Tapi kita tidak boleh terlena. Kalau kita terlena bisa saja terjadi ledakan angka stunting,” ujarnya, Jumat (10/9/2021).

Karena itu kata dia, pihaknya fokus untuk melakukan percepatan penurunan angka stunting.

Beberapa waktu lalu lanjut, Gubernur Kepri, Ansar Achmad, sudah mencanangkan 2024 Provinsi Kepri tidak ada lagi stunting.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepri, Mediheryanto. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

“Itu disampaikankan bapak gubernur pada Juni kemarin, 2024 Kepri zero stunting,” jelasnya.

Ia menjelaskan ada beberapa langkah yang harus dilakukan agar stunting tidak terjadi.

Salah satunya ibu hamil harus melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin. Ibu hamil lanjutnya harus melakukan pemeriksaan minimal empat kali. Kemudian, ibu hamil harus mengkonsumsi nutrisi yang cukup.

“artinya makanan yang dikonsumsi meliki kandungan gizi yang cukup. Karena apabila tidak akan memiliki potensi yang menyebabkan stunting pada anak,” tuturnya.

Selain itu, ibu menyusui juga harus mengkonsumsi nutrisi yang cukup agar kandungan gizi di dalam Air Susu Ibu (ASI) sesuai dengan kebutuhan anak.

Selain itu juga harus memberikan ASI eksklusif selama enam bulan. Terakhir yang harus diperhatikan kebutuhan gizi dari anak Balita.

“Yang paling intensif yang harus dikawal adalah anak di bawah usia dua tahun. Karena dari nol hingga masa lahir adalah masa-masa sensitif bagi si anak,” jelasnya.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah pola asuh yang benar. Apabila pola asuh salah lanjutnya akan sangat berpotensi terjadi stunting terhadap anak.(esa)

Update