batampos.co.id – Pemerintah mencegah masuknya Covid-19 varian Mu ke Indonesia. Varian Mu atau B.162.1 yang pertama kali ditemukan di Kolombia telah ditetapkan WHO sebagai varian yang diamati atau varian of interest (VOI) per 30 Agustus 2021.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan bahwa berdasarkan hasil whole genome sequencing (WGS) per 6 September 2021, varian ini belum ditemukan di Indonesia. Menurutnya dalam hal ini pemerintah berupaya mencegah masuknya varian baru dari luar Indonesia melalui pengetatan kebijakan karantina internasional.

“Perketat entry dan exit testing serta persyaratan vaksin,” kata Prof Wiku secara daring baru-baru ini.

Ia menjelaskan VOI merupakan varian yang mengalami perubahan pada susunan genetikanya dan dapat mempengaruhi karakteristik virus. Dan saat ini karakteristik varian Mu masih diteliti terkait tingkat risiko penularannya dan kekuatannya.

“Indikasi karakteristik varian Mu, seperti lebih ganas dari varian Delta atau bisa menghindari kekebalan tubuh, masih berupa perkiraan dan masih terus diteliti lebih dalam,” katanya.

Selain itu, pemerintah berupaya mencegah munculnya varian baru di dalam negeri melalui strategi vaksinasi, serta melalui berbagai kebijakan menyeluruh yang mampu menekan angka kasus. Tentunya hal ini dapat berhasil jika dibarengi peran aktif masyarakat yang tetap mempertahankan disiplin 3M dan sudah divaksinasi.

“Tetap selalu patuhi protokol kesehatan dan sudah divaksinasi,” ungkapnya. (jpg)