batampos.co.id – Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepri, Buralimar mengatakan Provinsi Kepri mulai mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Wisatawan Mancanegara (Wisman).
Menurut Buralimar, salah satu destinasi yang sudah siap adalah Kawasan Wisata Logai, Bintan.
“Diharapkan Oktober mendatang, wisman dari Singapura sudah dapat masuk ke Lagoi. Kawasan Lagoi percaya diri menerima wisman dari Singapura, karena data hasil penanganan Covid-19 di Kepri yang semakin menggembirakan. Ada rencana besar, travel bubble yang harus kita pastikan jalan. Kita mau dorong itu, kalau boleh Oktober sudah bisa diberlakukan,” ujar Buralimar, Kamis (9/9) di Tanjungpinang.
Menurut Buralimar, terkait kebijakan ini, Kepri mengusulkan Batam Nongsa Point dan Lagoi sebagai pilot project. Saat ini draft kesepahaman antar Indonesia dan Singapura sudah rampung, tinggal kembali dibahas di tingkat kementerian. Jika disetujui, maka Kepri menjadi daerah pertama yang menerima wisman.
“Kita lebih ke micro blanket bubble. Lebih spesifik lagi sebenarnya. Jadi wisman hanya berada di satu kawasan saja, dalam hal ini kawasan Lagoi. Kita optimis sekali Lagoi percaya diri menerima wisman. Kita bukan asal bicara, tapi berdasarkan data yang ada,” jelasnya.
Mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, sepanjang Agustus hingga memasuki pekan kedua September, data penanganan Covid-19 di Kepri sangat menggembirakan. Jumlah kasus aktif Covid-19 di Kepri menurun sekitar enam ribu orang, dalam sebulan. Membuat daerah di Kepri, tidak ada lagi yang berzona merah.
“Yang paling menggembirakan, adalah angka vaksinasi kita. Sampai saat ini sudah 77,09 persen masyarakat Kepri yang sudah vaksinasi dosis 1 dan 38,39 persen untuk dosis 2. Untuk pekerja wisata sudah 100 persen vaksinasi dosis 1,” jelasnya lagi.
Mantan Pejabat Pemko Batam tersebut yakin, dengan bantuan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) di Provinsi Kepri, pada Oktober mendatang Kepri dapat menyelesaikan 100 persen vaksinasi dosis 1. Baginya, vaksinasi tersebut bisa menjadi modal berharga untuk Provinsi Kepri membuka pintu wisata bagi negara-negara lain.
“Vaksinasi ini yang kita yakin akan menciptakan kekebalan komunal, makanya kita pede Lagoi itu sudah siap menerima wisman,” paparnya.
Ditambahkannya, kesiapan Lagoi sudah beberapa kali diuji oleh berbagai tim. Setidaknya sudah 10 tim yang turun untuk melihat kesiapan Lagoi menerima wisman dikala pandemi ini.
Mulai dari tim dari Kementerian Pariwisata dan Ekraf, hingga tim CHSE. Saat ini Lagoi sudah bersertifikat Clean, Health, Safety & Environment (CHSE).
“Memang hampir semua daerah pariwisata lesu karena disebabkan pandemi Covid-19. Dengan semakin tingginya tingkat vaksinasi, harapan kita adalah dunia pariwisata di Kepri juga akan membaik seiring waktu,” tutupnya. (*/jpg)
