Selasa, 17 Februari 2026

Saya Tidak Mau Kena Covid Lagi

Berita Terkait

Ketakutan itu hilang mana kala teringat dirinya pernah terbaring lemah tidak berdaya karena dinyatakan positif Covid-19. Ia memberanikan diri untuk divaksin ketiga kalinya saat usia kandungan 21 minggu.

Vaksinasi booster tersebut dijalaninya tanpa memberitahukan sang suami.

Messa Haris-Batam

batampos.co.id – Ragu dan takut, dua kata itulah yang pertama kali terbesit di benaknya saat pemerintah mewajibkan seluruh tenaga kesehatan untuk disuntikan vaksin booster atau penguat vaksin.

Meski dosis tambahan itu bertujuan untuk memberikan perlindungan ekstra bagi para tenaga medis, tapi dirinya tetap ragu. Terlebih ketika vaksin tambahan tersebut harus disuntikan ketika dirinya dalam keadaan hamil.

Rasa gelisah terus menghantui dirinya ketika rekan-rekan seprofesinya sudah divaksin Covid-19 untuk dosis ketiga.

“Waktu itu ada dua tahap. Minggu pertama saya masih ragu dan takut. Tapi di minggu kedua saya memberanikan diri untuk divaksin ketiga,” kata Dokter Neka Naisyah Harahap saat ditemui batampos.co.id, sesaat setelah memberikan testimoni mengenai vaksinasi bagi ibu hamil yang diselenggarakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepri di Rumah Sakit Bunda Halimah Kota Batam, Kamis (9/9/2021).

Tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Sungai Pancur, Tanjung Piayu, Kota Batam, itu mengatakan, ketakutannya berawal saat mengetahui vaksin yang akan disuntikan adalah Moderna.

Berdasarkan informasi yang diperolehnya, efek samping vaksin Moderna jauh lebih tinggi dibandingkan AstraZeneca.

Dokter Neka Naisyah Harahap (duduk) bersama rekannya. Tenaga kesehatan ini memberanikan diri untuk divaksinasi dosis ketiga meski dalam keadaan hamil karena tidak ingin terpapar Covid-19 untuk kedua kalinya. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

Terlebih lagi saat vaksinasi pertama dan kedua, ia dan rekan seprofesinya disuntikan vaksin Sinovac.

Ia menjelaskan tidak ada efek apapun yang dirasakannya saat vaksin Sinovac disuntikkan ke dirinya.

“Suami meminta saya untuk tidak divaksin dosis ketiga. Tapi karena saya pernah terkonfirmasi positif Covid-19, saya beranikan diri untuk divaksin,” tuturnya.

Bahkan dirinya tidak memberitahukan sang suami jika dirinya memutuskan untuk mengikuti vaksinasi dosis ketiga bagi tenaga kesehatan.

Ia mengatakan, memberitahukan sang suami ketika telah divaksin dosis ketiga saat pulang ke rumah.

“Sampai rumah baru saya bilang sama suami, kalau saya sudah divaksin (dosis ketiga,red). Awalnya dia khawatir tapi setelah itu dia bilang ya sudahlah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, vaksinasi dosis ketiga dijalaninya pada Jumat (27/8/2021) lalu dan saat itu usia kehamilannya sekitar 21 minggu.

Setelah menjalani vaksinasi booster, Neka mengaku tidak merasakan efek samping apapun. Seperti demam dan lainnya.

“Saya hanya merasakan pegal di lengan yang disuntik dan rasa pegalnya itu semakin berat ketika malam. Tapi keesokannya hari sudah hilang. Kurang lebih efek pegalnya yang saya rasakan sekitar 24 jam,” tuturnya.

Istri dari Briptu Riwata Lubis itu menegaskan, dirinya memilih untuk divaksinasi dosis ketiga meski dalam keadaan hamil pertama karena tidak ingin lagi terpapar Covid-19 untuk kedua kalinya.

Menurutnya, banyak rekan seprofesinya yang telah divaksin hingga dosis kedua tetap terpapar Covid-19. Bahkan kata dia, ada yang dinyatakan positif Covid-19 hingga dua kali.

“Saya ini penyintas. Saya terkonfirmasi Covid-19 pada 1 Juli 2021 lalu. Jadi alasan utama saya memilih untuk divaksin dosis ketiga karena tidak mau kena Covid lagi. Karena saya tahu rasanya itu tidak enak,” ujarnya.

Hamil Setelah Divaksin

Dokter Neka juga mengungkapkan dirinya dinyatakan hamil setelah mendapatkan vaksinasi dua kali.

Ia menceritakan saat vaksinasi pertama, dirinya juga diminta untuk tidak mengikutinya. Karena ketia itu ia sedang menjalani program kehamilan.

Kala itu pemerintah juga memberikan keistimewaan kepada wanita untuk tidak mengikuti vaksinasi apabila sedang menjalani program kehamilan.

“Saya vaksin pertama dan kedua itu bulan Januari. Saat itu saya masih program (hamil,red) dan waktunya masyarakat juga masih takut untuk divaksin,” jelasnya.

Banyak masukkan yang diterimanya agar mengurungkan niat untuk menjalani vaksinasi. Tapi tekadnya sudah bulat untuk tetap mengikuti vaksinasi Covid-19.

Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina Rudi (kemeja putih) berbincang dengan Kepala Perwakilan BKKBN Kepri, Mediheryanto, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi kepada ibu hamil yang dilaksanakan di RS Bunda Halimah, Kota Batam. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

Bukan tanpa alasan, Neka memilih untuk ikut vaksinasi karena dirinya adalah tenaga kesehatan yang rentan terpapar Covid-19.

“Vaksin pertama dan kedua itu Sinovac dan alhamdulillah tidak ada efek samping sama sekali,” tuturnya.

Bahkan lanjutnya pada Maret 2021 dirinya dinyatakan positif hamil.

Sementara itu Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina Rudi, mengatakan vaksinasi Covid-19 penting untuk ibu menyusui dan ibu hamil.

Pemerintah kata dia, akan membantu melalui organisasi-organisasi di Kota Batam untuk mensukseskan vaksinasi bagi ibu hamil dan menyusui dapat terlaksana dengan baik.

Ia juga meminta kepada ibu hamil yang divaksin untuk tidak khawatir.

“Vaksin ini aman dan halal serta dapat meningkatkan imun tubuh kita,” tuturnya.

Ia bahkan membagikan pengalaman anaknya yang juga divaksinasi Covid-19 saat hamil.

“Alhamdulillah sampai sekarang dalam keadaan sehat semuanya dan anak saya itu menyusui anaknya sampai usia 9 bulan,” katanya.

Bahkan lanjutnya saat sang menantu dinyatakan positif Covid-19, tapi anak beserta cucunya dinyatakan negatif.

“Jadi inilah pentingnya vaksin untuk ibu menyusui dan ibu hamil,” paparnya.

POGI Rekomendasikan Vaksinasi Covid-19 untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Provinsi Kepri, Dr Yanuarman SpOG (K) KPM, mengatakan, saat ini ibu hamil sudah bisa divaksinasi Covid-19.

Hal itu lanjutnya berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/4638/2021 tentang petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19 serta Surat Edaran Kementerian Kesehatan HK.02.01/I/2007/2021 tentang pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

“Perkembangan kasus 19 menunjukan bahwa telah terjadi peningkatan khususnya pada kasus ibu hamil terkonfirmasi Covid-19 di sejumlah kota besar di lndonesia dalam keadaan berat,” ujarnya.

Kata dia, dengan mempertimbangkan semakin tingginya jumlah ibu hamil yang terinfeksi Covid-19 dan tingginya resiko bagi ibu hamil apabila terinfeksi Covid-19 menjadi berat dan berdampak pada kehamilan dan bayinya, maka diperlukan upaya untuk memberikan vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil.

“Secara umum kegiatan ini bertujuan sebagai upaya dalam melindungi ibu hamil dalam kegiatan Pencanangan Vaksinasi Covid 19 bagi Ibu hamil pada hari ini,” jelasnya.

Ia mengatakan, pemerintah menganjurkan vaksinasi harus dipercepat dan diperluas kepada semua masyarakat hususnya pada ibu hamil.

Sehubungan dengan hal tersebut, kata dia, POGI merekomendasi terkait vaksin pada ibu hamil dan menyusui.

“Hari ini kita lakukan bersama sama pelaksanaan kegiatan pencanangan vaksinasi Covid 19 pada Ibu Hamil pada usia kehamilan 12 minggu-Aterm dengan penuh protokol kesehatan di Rumah Sakit Bunda Halimah Kota Batam,” tuturnya.

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua mitra Kerja POGI yaitu BKKBN Provinsi Kepri, Pemerintah Kota Batam, RS Bunda Halimah dan IBI Kota Batam yang telah membantu pelaksanaan vaksinasi kepada Ibu hamil di Kota Batam.

Ia juga menjelaskan, jenis vaksin yang diajurkan untuk ibu hamil yakni Sinovac, Pfizer dan Moderna.

BKKBN Lakukan Vaksinasi untuk Ibu Hamil

Kepala Perwakilan BKKBN Kepri, Mediheryanto, mengatakan, ada sekitar 500-an ibu hamil yang mendaftarkan diri untuk mendapatkan vaksinasi pada Kamis (9/9/2021).

“Tapi kita batasi hanya 400-an orang untuk mengantisipasi kerumunan,” katanya.

Ia menjelaskan, pihaknnya akan terus melakukan vaksinasi bagi ibu hamil di seluruh wilayah di Kepri.

Kata dia, setelah pencanangan Kota Batam pihaknya akan melanjutkan ke tingkat Provinsi.

“Kita mengambil tingkat sasaran yang terbanyak dulu setelah itu akan kita lanjut ke seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kepri. Jadi tidak berhenti sampai di sini, hari ini hanya langkah awal,” katanya.

Kata dia selain RS Bunda Halimah, RS lainnya di Kota Batam yang sudah menawarkan kerjasama untuk vaksinasi ibu hamil adalah RS Harapan Bunda.

Ia menjelaskan, untuk vaksin pertama bagi ibu hamil akan dilaksanakan di RS. Sementara vaksinasi ibu hamil yang kedua dilakukan oleh para bidan praktek mandiri.

“Ibu hamil tidak kita anjurkan untuk mengikuti vaksinasi massal. Kita tidak sarankan itu dan yang sudah divaksin hari ini datanya sudah ada di kita dan untuk vaksin kedua akan kita SMS atau WA untuk mendatangi lokasi yang telah kita tentukan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rata-rata per tahun jumlah ibu hamil di Provinsi Kepri mencapai 50 ribuan. Pihaknya menargetkan hingga Oktober 2021 mendatang ada lima ribuan ibu hamil di Provinsi Kepri yang sudah divaksinasi Covid-19.

“Target hingga Desember 2021 adalah 80 persen ibu hamil. BKKBN siap menjadi pengerak untuk vaksinasi bagi ibu hamil dan ibu menyusui,” ujarnya.(***)

Update