Selasa, 17 Februari 2026

Di Batam, Tingkat Hunian Hotel Masih Rendah

Berita Terkait

batampos.co.id – Kasus penyebaran Covid-19 di Batam yang terus menunjukkan grafik penurunan menjadi angin segar bagi pelaku pariwisata, khususnya sektor perhotelan dan restoran.

Mereka berharap Batam segera sampai pada tahap zero Covid-19 atau paling tidak sudah sangat terkendali, supaya sektor pariwisata bisa cepat pulih.

”Saat ini, hampir semua hotel dan restoran memang sudah buka, namun hunian masih ren dah, sehingga pendapatan hotel masih di bawah rata-rata,” ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batam, Muhammad Mansyur, Jumat (10/9/2021).

Mansyur mengatakan, PHRI mendukung apapun upaya pemerintah untuk menimalisir penyebaran virus ini. Salah satunya melalui vaksinasi.

”Saat vaksinasi bisa tercapai 100 persen, pemerintah bisa segera mengambil langkah untuk pemulihan ekonomi, termasuk sektor pariwisata,” ujarnya.

Soal pengetatan jalur masuk ke Kepri atau sebaliknya, terutama Batam yang masih harus mengantongi surat keterangan bebas Covid-19 berdasarkan hasil tes swab PCR, menurut Mansyur, hal itu wajar.

Ia menilai, kebijakan itu diambil sebagai langkah untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 yang sangat cepat.

Apalagi level Batam baru turun dari level 4 ke 3, sehingga memang masih harus ada pengetatan.

Ilustrasi. Seorang petugas keamanan grand i hotel mengecek suhu tubuh tamu yang akan menginap di hotel tersebut. Foto: grands i hotel untuk batampos.co.id

”Pengetatan jalur masuk itu pasti sudah ada pertimbangannya. Jangan sampai timbul kenaikan lagi setelah turun. Kalau dapatkan benar-benar turun dan virus ini selesai,” ungkap Mansyur.

Di sisi lain, ia mengakui adanya pemberlakuan level situasi Covid-19 membuat pendapatan hotel turun. Agar bisa tetap beroperasi, pihak hotel mengurangi hari kerja para karyawannya.

Efeknya, gaji karyawan yang dibayarkan pun berkurang karena tidak masuk penuh.

”Ya kondisinya masih sepi, hotel tetap beroperasi,” ujarnya.

Meski sepi, sektor pariwisata harus melihat peluang lain untuk tetap bisa beroperasi.

Apalagi Batam tak hanya sebagai kota pariwisata, namun juga sektor lainnya seperti industri.

”Pastinya punya strategi, karena kunjungan Batam tak hanya bergantung pada turis saja, namun juga ada hubungan kerja,” jelas Mansyur.

Pencapaian vaksinasi untuk Batam yang sudah menembus 80 persen dari target sasaran, tentunya tak lepas dari peran serta seluruh pihak dan masyarakat.

”Tapi, meski sudah vaksin, kita semua mesti tetap patuhi protokol kesehatan. Sebab yang sudah vaksin saja bisa terjangkit, makanya harus tetap waspada,” terangnya.

Terkait vaksinasi, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri dan Batam masih membuka vaksinasi AstraZeneca yang dijadwalkan berlangsung Minggu (12/9/2021).

”Ini karena masih banyak permintaan akan AstraZeneca dosis kedua, maka Apindo buka kembali pendaftaran untuk dosis kedua. Minggu nanti mulai pukul 12.30 WIB,” kata Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid, kemarin.

Rafki menambahkan, vaksinasi ini juga untuk menghabiskan stok vaksin AstraZeneca yang masih ada.

”Sekitar 3.500 dosis lagi rencananya mau kita habiskan Minggu siang, setelah vaksin kedua Sinovac. Kebetulan yang mendaftar vaksin kedua Sinovac juga tidak banyak, sehingga kita buka untuk pendaftaran vaksin kedua AstraZeneca,” tuturnya.

Hingga saat ini, Apindo telah memberikan vaksinasi kepada sekitar 182 ribu warga Batam.

”Target Apindo mau mencapai 200 ribu orang sampai akhir September ini. Kemungkinan setelah ini program vaksinasi di Apindo tidak berlanjut, karena target minimal 70 persen di Kepri sudah terlewati,” ucapnya.

”Dengan begitu, kami berharap Batam akan lebih cepat mencapai target vaksinasi sehingga penyebaran virus Covid-19 bisa lebih cepat dikendalikan,” sambungnya.

Lambat laun, lanjut Rafki, perekonomian Batam dan Kepri akan lebih cepat bangkit, sehingga investor dan wisatawan lebih percaya untuk datang ke Kepri.(jpg)

Update