batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disduk) Kota Batam mendata seluruh korban kebakaran yang terjadi di area permukiman dekat Perumahan Baloi Mas, yang terjadi pada Rabu (8/9/2021) malam lalu.

Pendataan ini bertujuan untuk pembuatan dokumen kependudukan milik korban.

Kepala Disdukcapil Batam, Heryanto, mengatakan, korban kebakaran yang kehilangan dokumen kependudukan mulai dari e-KTP, KK, dan akta lahir, bisa melaporkan kepada petugas yang datang ke lokasi.

”Senin petugas datang, nanti korban kebakaran bisa langsung daftarkan diri dan dokumen apa yang memerlukan pembaruan akibat kebakaran tersebut,” ujarnya, Jumat (10/9/2021).

Pihaknya juga memberikan pilihan bagi korban supaya melaporkan diri ke Disduk Batam yang berada di Sekupang.

Untuk pencetakan ulang dokumen kependudukan milik para korban, dapat diselesaikan dalam kurun waktu 1×24 jam.

Namun, hal ini dapat dilaksanakan apabila korban sudah terdaftar di Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Disduk Batam.

Bagi korban yang belum terdaftar, maka diminta untuk melampirkan dokumen pendukung seperti surat keterangan domisili dari RT/RW, atau ijazah.

”Kalau ada fotokopi juga silahkan dibawa atau nanti menunggu Senin, langsung dilaporkan ke petugas yang datang ke lokasi. Intinya, karena ini musibah, maka bagi para korban tidak akan diberatkan,” terangnya.

Sekretaris Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Batam, Leo Putra, mengatakan, untuk bantuan kepada korban sesuai dengan aturan hanya untuk konsumsi.

Mengenai relokasi atau terkait bangunan, pihaknya tidak sampai ke sana. Saat ini, korban sudah ada yang memilih pindah ke rumah saudara mereka.

Bagi yang tidak memiliki saudara, di lokasi sudah disiapkan tenda darurat.

”Kami tidak ada relokasi korban, jadi itu mungkin tergantung mereka terkait tempat tinggal,” imbuhnya.

Sebelumnya, sekitar 60 KK harus kehilangan rumah dan barang berharga mereka akibat kebakaran di rumah liar (ruli) Baloi Mas Indah RT 04/RW 09, Lubukbaja.

Kejadian ini menghanguskan 26 unit rumah, dan mengakibatkan 60 KK kehilangan tempat tinggal.(jpg)